ARTIKEL

Cara Cek Sisa Token Listrik Sebelum Kehabisan

Cara Cek Sisa Token Listrik Sebelum Kehabisan

Bayangkan sedang menonton film seru di malam hari, lalu tiba-tiba listrik mati tanpa peringatan. Setelah dicek, ternyata token listrik kamu habis! Situasi seperti ini pasti menyebalkan, apalagi kalau terjadi di waktu-waktu krusial,  seperti tengah malam atau saat kamu sedang bekerja dari rumah.

Untungnya, kamu bisa mencegah hal ini dengan cara mengecek sisa token listrik secara rutin. Dengan mengetahui berapa sisa saldo listrik di rumah, kamu bisa mengisi ulang sebelum benar-benar kehabisan daya.

Artikel ini akan membahas beragam cara cek sisa token listrik dengan mudah, baik langsung melalui meteran, HP, aplikasi PLN Mobile, hingga lewat SMS dan website resmi PLN.

Apa Itu Token Listrik?

Sebelum masuk ke cara pengecekan, penting untuk memahami dulu apa itu token listrik. Token listrik merupakan sistem prabayar yang diterapkan oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara) untuk pelanggan rumah tangga dan bisnis.

Dalam sistem ini, pengguna membeli voucher listrik (token) dengan nominal tertentu. Token tersebut berisi 20 digit angka yang harus dimasukkan ke meteran listrik di rumah. Setelah dimasukkan, angka tersebut akan dikonversi menjadi kWh (kilowatt hour) sesuai dengan nilai pembelian.

Sistem ini mirip dengan pulsa ponsel prabayar. Kamu harus “mengisi ulang” terlebih dahulu agar bisa menggunakan listrik. Nah, supaya tidak sampai kehabisan, kamu perlu tahu cara memantau sisa token listrik dengan benar.

Mengapa Harus Rutin Mengecek Sisa Token Listrik?

Mengecek sisa token listrik bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga efisiensi dan keamanan. Berikut alasannya:

  1. Mencegah listrik padam mendadak.
    Dengan memantau sisa kWh, kamu bisa tahu kapan harus membeli token baru sebelum benar-benar habis.

  2. Mengatur penggunaan listrik.
    Dengan mengetahui berapa banyak kWh yang kamu habiskan setiap hari, kamu bisa mengontrol pemakaian agar lebih hemat.

  3. Menghindari kerusakan alat elektronik.
    Jika listrik padam tiba-tiba akibat token habis, perangkat elektronik bisa mengalami gangguan atau kerusakan.

  4. Lebih mudah merencanakan pengeluaran bulanan.
    Melalui kebiasaan mengecek token, kamu bisa memperkirakan biaya listrik rumah tangga tiap bulan dengan lebih akurat.

1. Cek Langsung Melalui Meteran Listrik

Cara paling mudah dan cepat untuk mengecek sisa token adalah langsung lewat layar meteran listrik (kWh meter) di rumahmu. Biasanya, setiap merek meteran memiliki cara sedikit berbeda, tetapi prinsipnya hampir sama.

Berikut beberapa cara berdasarkan merek meteran yang umum digunakan:

a. Meteran Merk ITRON

  • Tekan tombol “Enter” atau “05”, lalu tekan “Enter” lagi.

  • Layar akan menampilkan sisa kWh listrik yang masih tersedia.

b. Meteran Merk Conlog

  • Tekan tombol angka “#” lalu ketik “009” dan tekan “#” kembali.

  • Sisa kWh akan muncul di layar dengan angka digital.

c. Meteran Merk Hexing

  • Tekan tombol angka “801” dan kemudian tekan “Enter”.

  • Nilai kWh yang tersisa akan langsung tampil.

d. Meteran Merk Star

  • Tekan tombol “07” lalu “Enter”.

  • Layar akan menampilkan angka sisa token listrik dalam satuan kWh.

Perhatikan angka yang muncul di layar. Jika angkanya sudah di bawah 10 kWh, sebaiknya segera lakukan pengisian ulang untuk menghindari listrik padam.

2. Cek Melalui Aplikasi PLN Mobile

Selain lewat meteran, kini kamu bisa mengecek sisa token listrik langsung dari ponsel melalui aplikasi PLN Mobile.
Aplikasi ini resmi dikeluarkan oleh PLN dan tersedia gratis di Play Store maupun App Store.

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Unduh dan buka aplikasi PLN Mobile.

  2. Daftarkan akun menggunakan nomor HP dan email aktif.

  3. Masukkan ID pelanggan atau nomor meteran listrik.

  4. Setelah akun terhubung, pilih menu “Informasi Tagihan dan Token Listrik.”

  5. Sisa saldo kWh dan riwayat pembelian token akan muncul di layar.

Kelebihan aplikasi ini bukan hanya untuk mengecek sisa listrik, tapi juga:

  • Melihat histori pembelian token,

  • Membayar tagihan listrik (untuk pengguna pascabayar),

  • Melaporkan gangguan listrik, dan

  • Melihat lokasi posko atau kantor PLN terdekat.

Dengan aplikasi ini, kamu bisa memantau penggunaan listrik kapan saja, di mana saja,  tanpa harus mendekati meteran.

3. Cek Melalui SMS atau WhatsApp ke PLN

Jika kamu tidak memiliki akses internet, kamu bisa memanfaatkan layanan SMS atau WhatsApp resmi PLN untuk mengetahui sisa token listrik. Berikut caranya:

  • SMS: Kirim pesan dengan format  INFO <spasi> IDPEL ke nomor layanan PLN (cek di website resmi PLN untuk nomor terbaru).

  • WhatsApp: Chat ke nomor resmi PLN 123 dengan format yang sama, atau gunakan fitur “Cek Tagihan & Token” yang tersedia.

Dalam beberapa menit, kamu akan menerima balasan berisi informasi sisa kWh dan data lainnya.

4. Cek Melalui Struk Pembelian Token Terakhir

Setiap kali membeli token listrik, kamu akan mendapatkan struk atau bukti pembelian yang berisi 20 digit angka token. Pada struk tersebut biasanya juga tertera informasi tentang sisa kWh setelah pengisian terakhir. Walaupun tidak seakurat pengecekan langsung, struk ini bisa menjadi referensi perkiraan sisa tokenmu.

Tips: Simpan struk pembelian terakhir, terutama jika kamu ingin membandingkan penggunaan listrik bulanan.

Baca juga artikel menarik lainnya: 7 Aktivitas yang Bikin Boros Bayar Tagihan Listrik

5. Gunakan Fitur Alarm pada Meteran

Beberapa meteran listrik modern sudah dilengkapi dengan fitur alarm atau bunyi peringatan jika sisa token sudah mendekati habis. Biasanya, alarm akan berbunyi jika sisa kWh di bawah angka tertentu (misal 5 kWh). Jika alarm berbunyi:

  • Segera cek sisa kWh pada meteran.

  • Segera lakukan pengisian token sebelum listrik padam.

Catatan: Jika kamu merasa alarm terlalu sering berbunyi, kamu bisa mengatur ulang ambang batas alarm sesuai petunjuk di buku manual meteran.

6. Estimasi Pemakaian Rutin

Cara terakhir adalah dengan melakukan estimasi pemakaian listrik di rumahmu. Misalnya, jika dalam sebulan rata-rata menggunakan 200 kWh, maka kamu bisa memperkirakan kapan harus membeli token berikutnya. Buatlah catatan harian atau mingguan tentang pemakaian listrik agar lebih mudah melakukan prediksi.

  • Gunakan aplikasi atau spreadsheet sederhana untuk pencatatan.

  • Monitor penggunaan alat listrik besar seperti AC, kulkas, dan mesin cuci.

Dengan estimasi ini, kamu tidak perlu terus-menerus mengecek meteran, tapi tetap bisa mengatur pembelian token secara rutin.

Mengetahui cara cek sisa token listrik sebelum kehabisan sangat penting untuk mencegah mati listrik mendadak di rumah. Pastikan kamu selalu memantau sisa kWh secara rutin dan segera lakukan pembelian token jika sudah mendekati habis. Dengan demikian, aktivitas di rumah bisa berjalan lancar tanpa gangguan.

Agar pemantauan dan pembayaran listrik semakin mudah, praktis, dan cepat, gunakan SimobiPlus dari Bank Sinarmas. Melalui aplikasi ini, kamu dapat membeli token listrik, membayar tagihan bulanan, hingga memeriksa riwayat transaksi kapan saja langsung dari ponselmu. Tidak perlu antre, tidak perlu repot, semua proses dilakukan dalam hitungan detik dengan sistem yang aman dan user-friendly.

Dengan SimobiPlus, kebutuhan listrik rumah tangga jadi lebih terkontrol, dan kamu bisa beraktivitas tanpa khawatir listrik tiba-tiba habis.

Yuk, kelola dan bayar tagihan listrikmu lebih mudah melalui SimobiPlus di sini!

Date Create : 27/11/2025
Bagikan          
flb
logobsim
Kantor Pusat Sinar Mas Land Plaza
Jl. M.H Thamrin kav 51,
Menara 1, Lantai 1 & 2,
Jakarta 10350 - Indonesia
Bank Sinarmas CARE 1500153
(021) 501 88888 Media Sosial Kami facebook     instagram     twitter     tiktok     youtube    
PT. Bank Sinarmas Tbk. berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini

Link
Sinarmas Asset Management Terbaik Investasi Reksadana
Sinarmas Sekuritas Terbaik Online Trading Investasi Saham
Bank Nano Syariah


© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.