Menjaga kesehatan bukan hanya dilakukan ketika tubuh mulai terasa sakit. Pemeriksaan dan deteksi risiko penyakit sejak dini juga penting untuk membantu seseorang lebih memahami kondisi kesehatannya. Salah satu fasilitas yang dapat dimanfaatkan peserta BPJS Kesehatan adalah skrining riwayat kesehatan.
Skrining BPJS Kesehatan dapat membantu peserta mengetahui risiko terhadap sejumlah penyakit tidak menular melalui serangkaian pertanyaan mengenai kondisi dan riwayat kesehatan. Dengan mengetahui risiko sejak lebih awal, peserta dapat lebih memperhatikan pola hidup dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut apabila diperlukan.
Menariknya, proses skrining riwayat kesehatan dapat dilakukan secara praktis melalui aplikasi Mobile JKN. Jadi, peserta tidak selalu harus datang ke kantor BPJS Kesehatan hanya untuk melakukan skrining.
Lantas, bagaimana cara melakukan skrining BPJS Kesehatan melalui Mobile JKN dan apa saja manfaatnya? Simak penjelasan berikut.
Skrining riwayat kesehatan BPJS Kesehatan merupakan pemeriksaan awal yang dilakukan untuk mengetahui potensi risiko kesehatan peserta terhadap penyakit tertentu. Dalam prosesnya, peserta akan diminta menjawab sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan riwayat kesehatan, kondisi tubuh, serta kebiasaan sehari-hari.
Skrining ini bukan merupakan diagnosis penyakit. Artinya, hasil skrining tidak dapat dijadikan sebagai pengganti pemeriksaan dan diagnosis dari dokter. Hasil tersebut lebih berfungsi sebagai gambaran awal mengenai tingkat risiko kesehatan sehingga peserta dapat lebih waspada dan mengambil langkah yang sesuai.
Berdasarkan informasi BPJS Kesehatan, skrining riwayat kesehatan digunakan untuk melihat risiko terhadap beberapa penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus tipe 2, hipertensi, penyakit ginjal kronis, dan penyakit jantung koroner. Hasil skrining kemudian memberikan gambaran tingkat risiko serta rekomendasi yang dapat dilakukan peserta.
Skrining kesehatan penting karena beberapa penyakit dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang terasa jelas pada tahap awal. Seseorang bisa saja merasa sehat, tetapi memiliki faktor risiko tertentu yang perlu diperhatikan.
Dengan melakukan skrining, kamu dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi dan risiko kesehatan. Informasi tersebut dapat menjadi pengingat untuk mulai menerapkan pola hidup yang lebih sehat, seperti menjaga pola makan, rutin beraktivitas fisik, menjaga berat badan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan apabila diperlukan.
Selain itu, hasil skrining juga dapat menjadi bahan untuk berdiskusi dengan tenaga kesehatan. Jika terdapat risiko yang perlu ditindaklanjuti, peserta dapat berkonsultasi dan memperoleh pemeriksaan sesuai kebutuhan medis.
Salah satu cara yang praktis untuk melakukan skrining adalah melalui aplikasi Mobile JKN. BPJS Kesehatan menyediakan fitur Skrining Riwayat Kesehatan yang dapat digunakan oleh peserta maupun anggota keluarga yang telah terdaftar.
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
Pertama, pastikan aplikasi Mobile JKN sudah terpasang pada smartphone dan kamu memiliki akun yang dapat digunakan untuk masuk ke aplikasi.
Buka Mobile JKN, kemudian lakukan login menggunakan data yang telah terdaftar. Jika belum memiliki akun, peserta dapat melakukan pendaftaran melalui aplikasi dengan mengikuti proses registrasi yang tersedia. BPJS Kesehatan menyediakan pendaftaran pengguna Mobile JKN menggunakan data seperti NIK, nama, tanggal lahir, serta nomor handphone untuk proses verifikasi.
Setelah berhasil masuk, cari fitur Skrining Riwayat Kesehatan pada aplikasi Mobile JKN.
Fitur tersebut digunakan untuk melakukan skrining terhadap peserta maupun anggota keluarga yang terdaftar dalam akun.
Selanjutnya, pilih nomor kartu BPJS Kesehatan peserta yang ingin dilakukan skrining.
Langkah ini penting terutama bagi kamu yang mengelola beberapa anggota keluarga dalam satu akun. Pastikan peserta yang dipilih sudah sesuai agar hasil skrining tercatat pada peserta yang tepat.
Setelah memilih peserta, kamu akan diarahkan untuk melakukan skrining dengan menjawab pertanyaan yang tersedia.
Jawablah setiap pertanyaan sesuai dengan kondisi dan riwayat kesehatan yang sebenarnya. Jangan memberikan jawaban berdasarkan perkiraan atau jawaban yang dianggap paling baik.
Keakuratan jawaban penting karena hasil skrining akan dipengaruhi oleh informasi yang diberikan selama proses tersebut.
Setelah seluruh pertanyaan selesai dijawab, sistem akan menampilkan hasil skrining.
Jika peserta sudah pernah melakukan skrining dan belum melewati satu tahun, Mobile JKN akan menampilkan hasil skrining terakhir. Apabila belum pernah melakukan skrining atau skrining sebelumnya sudah lebih dari satu tahun, peserta dapat masuk ke menu untuk melakukan skrining kembali.
Dengan begitu, kamu dapat mengetahui gambaran risiko kesehatan berdasarkan hasil skrining yang diberikan.
Hasil skrining pada dasarnya memberikan gambaran mengenai tingkat risiko terhadap penyakit tertentu, bukan memastikan bahwa seseorang menderita penyakit tersebut.
Dalam informasi BPJS Kesehatan, hasil skrining riwayat kesehatan dapat menunjukkan tingkat risiko rendah, sedang, atau tinggi terhadap beberapa penyakit, termasuk diabetes melitus tipe 2, hipertensi, penyakit ginjal kronis, dan penyakit jantung koroner.
Karena itu, jangan langsung panik apabila hasil skrining menunjukkan adanya risiko. Sebaliknya, jadikan hasil tersebut sebagai dorongan untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan.
Apabila hasil menunjukkan risiko yang perlu ditindaklanjuti, kamu dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memperoleh pemeriksaan yang sesuai.
Skrining riwayat kesehatan tidak dilakukan setiap kali peserta ingin mengakses layanan kesehatan. Berdasarkan informasi BPJS Kesehatan, skrining riwayat kesehatan dilakukan satu kali dalam satu tahun.
Karena itu, jika kamu sudah pernah melakukan skrining dan belum melewati satu tahun, aplikasi dapat menampilkan hasil skrining sebelumnya. Setelah periode yang ditentukan terlewati, peserta dapat melakukan skrining kembali.
Kebiasaan melakukan skrining secara berkala dapat membantu kamu lebih memperhatikan perubahan kondisi kesehatan dari waktu ke waktu.
Setelah mendapatkan hasil skrining, jangan hanya menyimpan hasil tersebut tanpa melakukan perubahan apa pun. Gunakan informasi tersebut sebagai bahan evaluasi untuk menjaga kesehatan.
Jika hasil menunjukkan risiko rendah, tetap pertahankan pola hidup sehat. Risiko rendah bukan berarti seseorang sepenuhnya terbebas dari kemungkinan mengalami penyakit di kemudian hari.
Sementara itu, jika hasil menunjukkan risiko sedang atau tinggi, jangan langsung menyimpulkan bahwa kamu memiliki penyakit tertentu. Hasil skrining merupakan indikasi risiko awal, sehingga pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan mungkin diperlukan.
Kamu dapat berkonsultasi dengan fasilitas kesehatan sesuai ketentuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mengetahui langkah selanjutnya. Pemeriksaan dan penanganan medis tetap perlu didasarkan pada kondisi serta indikasi medis.
Agar skrining memberikan informasi yang lebih bermanfaat, pastikan kamu mengisi data dan menjawab seluruh pertanyaan dengan jujur. Jangan mengubah jawaban hanya karena khawatir mendapatkan hasil risiko tertentu.
Selain melakukan skrining, terapkan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Mulailah dengan menjaga pola makan seimbang, aktif bergerak, berolahraga sesuai kemampuan, menjaga berat badan, memiliki waktu istirahat yang cukup, serta menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko penyakit.
Kamu juga dapat memanfaatkan fitur kesehatan lain di Mobile JKN. BPJS Kesehatan menyediakan fitur Kalkulator Kesehatan yang dapat digunakan untuk mengecek beberapa informasi kesehatan secara mandiri, termasuk Body Mass Index (BMI), Basal Metabolic Rate (BMR), dan tekanan darah.
Menjaga kesehatan sebaiknya dilakukan sebelum muncul masalah kesehatan yang lebih serius. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan peserta JKN adalah memanfaatkan fasilitas skrining riwayat kesehatan yang tersedia melalui Mobile JKN.
Prosesnya relatif praktis karena dapat dilakukan melalui smartphone. Kamu cukup masuk ke aplikasi, memilih fitur skrining, menentukan peserta yang akan diperiksa, menjawab pertanyaan sesuai kondisi sebenarnya, kemudian melihat hasil yang diberikan.
Namun, penting untuk dipahami bahwa skrining bukanlah diagnosis medis. Hasilnya hanya memberikan gambaran mengenai risiko kesehatan. Jika terdapat kondisi yang perlu diperiksa lebih lanjut, konsultasikan dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan penilaian dan penanganan yang tepat.
Cara melakukan skrining BPJS Kesehatan dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi Mobile JKN. Peserta dapat masuk ke aplikasi, memilih fitur Skrining Riwayat Kesehatan, memilih peserta yang akan melakukan skrining, menjawab pertanyaan yang tersedia dengan jujur, dan melihat hasil skrining.
Skrining dapat menjadi salah satu langkah untuk mengenali risiko kesehatan lebih awal, khususnya terhadap beberapa penyakit tidak menular seperti diabetes melitus tipe 2, hipertensi, penyakit ginjal kronis, dan penyakit jantung koroner.
Jadi, jangan menunggu sampai muncul keluhan untuk mulai memperhatikan kesehatan. Manfaatkan fasilitas yang tersedia, lakukan skrining secara berkala sesuai ketentuan, dan terapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup dalam jangka panjang.
Kini bayar BPJS Kesehatan bebas antre lewat SimobiPlus dari Bank Sinarmas. Kapan saja dan di mana saja, transaksi dijamin cepat, aman, serta praktis dalam satu genggaman. Tak perlu takut telat bayar lagi!
✨ Yuk, Download SimobiPlus sekarang juga di sini dan rasakan kemudahan transaksi yang #SenyamanItu.
👉 Butuh informasi layanan perbankan lainnya? Kunjungi juga halaman layanan resmi Bank Sinarmas berikut.
Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini
© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.