
Dalam kehidupan sehari-hari, listrik telah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan. Dari menyalakan lampu, mengisi daya ponsel, menonton televisi, hingga menjalankan peralatan rumah tangga seperti kulkas dan mesin cuci, semuanya bergantung pada listrik. Di Indonesia, salah satu cara masyarakat mengakses listrik secara fleksibel adalah melalui sistem listrik prabayar, yang dikenal juga dengan istilah token listrik.
Sistem token listrik ini berbeda dengan sistem pascabayar. Jika pascabayar membayar tagihan di akhir bulan berdasarkan jumlah pemakaian, maka prabayar mewajibkan pengguna untuk mengisi daya listrik terlebih dahulu sebelum digunakan. Sistem ini mirip seperti membeli pulsa untuk ponsel, dan lebih memudahkan dalam mengontrol pengeluaran listrik.
Namun, bagi sebagian orang yang baru pertama kali menggunakan meteran listrik prabayar, proses memasukkan dan mengisi token listrik bisa terasa membingungkan. Apakah kamu termasuk salah satunya? Tenang, artikel ini akan membahas secara lengkap, langkah demi langkah, bagaimana cara membeli, memasukkan, dan mengisi token listrik ke meteran secara mudah dan aman.
Token listrik adalah kode angka unik 20 digit yang diberikan setelah kamu melakukan pembelian listrik prabayar. Kode ini nantinya dimasukkan ke meteran listrik digital di rumahmu agar saldo kWh bertambah.
Nominal pembelian token listrik pun bervariasi, mulai dari Rp20.000 hingga Rp1.000.000. Namun, perlu diketahui bahwa jumlah kWh yang didapat tidak murni 100% dari nominal tersebut karena akan dipotong PPN (Pajak Pertambahan Nilai), PPJ (Pajak Penerangan Jalan), serta biaya administrasi.
Setelah membeli token listrik dan mendapatkan 20 digit angka, kini saatnya memasukkan kode tersebut ke meteran listrik. Berikut langkah-langkah mudahnya:
Biasanya meteran berada di dekat pintu masuk rumah, garasi, atau ruang servis. Meteran ini dilengkapi layar digital dan keypad angka (mirip kalkulator).
Periksa apakah layar menyala dan tidak ada gangguan seperti error code (misalnya: “Error”, “BATT LOW”, “CHECK”, dll). Jika layar mati atau bermasalah, segera hubungi PLN.
Gunakan tombol angka di meteran untuk mengetikkan 20 digit token listrik yang sudah kamu beli. Pastikan tidak ada angka yang salah.
Contoh:
1234 5678 9012 3456 7890
Setelah memasukkan angka dengan benar, tekan tombol “Enter” (tanda centang ✔️ atau OK). Meteran akan memproses kode tersebut.
Jika berhasil, layar akan menampilkan tulisan seperti:
“ACCEPT”
“BERHASIL”
“BENAR”
Dan nilai kWh bertambah
Namun jika gagal, biasanya muncul pesan seperti:
“REJECT”
“GAGAL”
“TOKEN SALAH”
Cek kembali apakah kamu salah mengetik angka. Jika ya, ulangi dari awal. Jika masih gagal, pastikan token sesuai dengan ID meter atau hubungi layanan PLN 123.
Setelah berhasil memasukkan token, kamu bisa mengecek sisa daya (kWh) listrik di meteran. Beberapa jenis meteran bisa langsung menampilkan sisa kWh secara otomatis. Tapi jika tidak, kamu bisa tekan tombol angka tertentu (biasanya “03” atau “07”) lalu “Enter” untuk melihat data sisa.
Selain itu, kamu juga bisa memantau bunyi alarm atau indikator lampu merah di meteran sebagai tanda listrik hampir habis. Maka dari itu, penting untuk mengisi token sebelum habis agar listrik tidak mati mendadak.
Agar proses pengisian token berjalan lancar, berikut beberapa tips yang bisa kamu ikuti:
Nomor ID pelanggan (11 atau 12 digit) atau nomor meter (seri di meteran) dibutuhkan saat membeli token. Simpan di ponsel agar mudah digunakan kapan saja.
Cek dan hitung jumlah angka (20 digit), lalu ketik secara perlahan. Kesalahan satu angka saja bisa menyebabkan pengisian token ditolak.
Jangan menunggu hingga listrik benar-benar habis. Jika listrik mati, kamu akan kesulitan melihat layar meteran, apalagi di malam hari.
Jika sewaktu-waktu token gagal dimasukkan, kamu bisa gunakan data tersebut untuk komplain ke tempat pembelian atau ke PLN.
Kini kamu bisa mengecek riwayat pembelian token, ID pelanggan, hingga pengaduan langsung lewat aplikasi resmi PLN Mobile.
Jika kamu sudah yakin bahwa kode token benar namun meteran tetap menolak, coba beberapa langkah berikut:
Cek apakah kode sudah pernah digunakan: Token tidak bisa digunakan dua kali.
Pastikan ID meter saat beli token sesuai dengan meteran yang digunakan: Token hanya bisa digunakan untuk meteran tertentu.
Reset meteran dengan mencabut MCB dan menyalakannya kembali: Lalu coba masukkan kembali token.
Hubungi PLN 123: Bisa melalui telepon atau aplikasi PLN Mobile untuk bantuan teknis.
Beralih ke listrik prabayar dengan sistem token menawarkan banyak manfaat, antara lain:
Lebih hemat dan terkontrol: kamu hanya membayar sesuai kebutuhan.
Tidak ada tagihan bulanan: tidak perlu khawatir karena pemakaian berlebihan.
Mudah dibeli kapan saja: token tersedia 24 jam di berbagai platform digital.
Transparan: kamu bisa lihat langsung sisa kWh dan memantau penggunaan.
Mengisi token listrik ke meteran bukanlah hal yang sulit jika kamu tahu caranya. Dengan memahami langkah-langkah di atas, kamu tidak hanya bisa menjaga aliran listrik di rumah tetap menyala, namun juga lebih bijak dalam mengatur konsumsi energi dan pengeluaran bulanan.
Kalau kamu kehabisan token listrik atau mau bayar tagihan listrik bulanan, pakai mobile banking SimobiPlus saja! Kamu bisa beli token listrik atau bayar tagihan lebih mudah dan nyaman cukup lewat genggaman.
Kamu juga bisa melakukan pembayaran tagihan bulanan lainnya seperti Air PDAM, kartu kredit, BPJS hingga menunaikan kewajiban beramal dan berdonasi di SimobiPlus.
Yuk, cobain sekarang unduh aplikasi SimobiPlus di sini dan nikmati bertransaksi yang #SenyamanItu!
Date Create : 23/07/2025Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini
© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.