Memiliki rumah sendiri adalah impian banyak orang. Namun, sebelum mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), ada satu hal penting yang sering diabaikan, yaitu menghitung kemampuan cicilan pribadi secara realistis.
Banyak calon pembeli rumah hanya fokus pada besarnya uang muka atau harga rumah, padahal kemampuan membayar cicilan setiap bulan jauh lebih menentukan kelancaran KPR dalam jangka panjang.
Menghitung kemampuan cicil KPR bukan sekadar memastikan cicilan bisa dibayar bulan ini, tetapi juga memastikan keuangan tetap sehat selama bertahun-tahun ke depan.
Dengan perhitungan yang tepat, kamu bisa memilih rumah yang sesuai kemampuan, menghindari risiko gagal bayar, dan tetap memiliki ruang untuk kebutuhan hidup, tabungan, serta investasi.
KPR umumnya memiliki tenor yang panjang, mulai dari 5 hingga 25 tahun. Artinya, cicilan akan menjadi pengeluaran rutin dalam waktu yang tidak singkat. Jika cicilan terlalu besar dibanding penghasilan, kondisi keuangan bisa menjadi tidak seimbang.
Menghitung kemampuan cicilan membantumu:
Langkah pertama adalah menghitung penghasilan bersih, bukan penghasilan kotor. Penghasilan bersih adalah pendapatan yang benar-benar diterima setelah dipotong pajak, BPJS, iuran, atau potongan lainnya.
Jika kamu memiliki penghasilan tambahan yang rutin dan stabil, seperti freelance, komisi tetap, atau usaha sampingan, penghasilan tersebut juga bisa diperhitungkan. Namun, gunakan angka yang konservatif agar perhitungan lebih aman.
Contohnya:
Total penghasilan bersih bulanan: Rp10.000.000
Selanjutnya, catat seluruh pengeluaran rutin bulanan, seperti:
Misalnya total pengeluaran rutin mencapai Rp5.500.000 per bulan.
Secara umum, banyak perencana keuangan menyarankan agar total cicilan utang tidak melebihi 30% dari penghasilan bulanan. Untuk KPR, batas aman yang sering digunakan adalah 25–30% dari penghasilan bersih.
Sebagai ilustrasi:
Artinya, cicilan KPR yang disarankan maksimal sekitar Rp3 juta per bulan.
Jika kamu sudah memiliki cicilan lain, maka total seluruh cicilan sebaiknya tetap berada dalam batas tersebut.
Bank juga menggunakan konsep Debt Service Ratio (DSR) atau rasio cicilan terhadap penghasilan. Sederhananya, rasio ini menunjukkan perbandingan antara total cicilan utang setiap bulan dengan penghasilan yang diterima.
Sebagai contoh, jika penghasilan bersih kamu sebesar Rp10 juta per bulan dan total cicilan yang harus dibayarkan mencapai Rp3 juta, maka sekitar 30% penghasilan digunakan untuk membayar utang.
Dalam menghitung kemampuan cicil KPR, jangan hanya memperhitungkan cicilan rumah yang baru akan diajukan, tetapi juga cicilan lain yang masih berjalan, seperti kendaraan, kartu kredit, maupun pinjaman lainnya.
Secara umum, menjaga total cicilan utang sekitar 30% dari penghasilan bulanan dapat membantu menjaga kondisi keuangan tetap lebih sehat. Dengan rasio yang tidak terlalu tinggi, kamu masih memiliki ruang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menabung, menyiapkan dana darurat, serta menghadapi pengeluaran tak terduga.
Namun, kemampuan setiap orang tentu berbeda. Jika memiliki tanggungan keluarga atau pengeluaran rutin yang cukup besar, sebaiknya pilih cicilan KPR yang lebih rendah agar kondisi keuangan tetap nyaman.
Jangan hanya mempertimbangkan apakah cicilan bisa dibayar saat ini, tetapi pikirkan juga kemampuan membayar dalam jangka panjang selama masa KPR.
Kesalahan umum calon pembeli rumah adalah menggunakan seluruh tabungan untuk DP dan biaya KPR. Padahal setelah membeli rumah, kamu tetap membutuhkan dana darurat.
Idealnya, setelah membayar DP, biaya notaris, pajak, dan biaya administrasi, kamu masih memiliki dana darurat minimal 3–6 kali pengeluaran bulanan.
Dana ini penting jika terjadi:
Beberapa KPR menawarkan bunga fixed hanya pada tahun-tahun awal, kemudian berubah menjadi bunga floating. Saat bunga naik, cicilan juga bisa meningkat.
Karena itu, jangan mengambil KPR dengan cicilan yang sudah mentok 30% dari penghasilan saat ini. Sisakan ruang agar kamu tetap aman jika cicilan naik di masa depan.
Sebagai langkah aman, banyak orang memilih cicilan awal di kisaran 20–25% penghasilan.
Sebelum mengajukan KPR, coba tanyakan pada diri sendiri:
Jika jawabannya sebagian besar “tidak”, kemungkinan rumah yang dipilih terlalu mahal untuk kondisi keuangan saat ini.
Baca juga artikel menarik lainnya: Ini Cara Melunasi KPR Lebih Cepat, Beserta Untung & Ruginya!
Beberapa strategi yang bisa dilakukan:
Semakin besar DP, semakin kecil pinjaman dan cicilan bulanan.
Tenor panjang membuat cicilan lebih ringan, tetapi total bunga lebih besar. Cari titik seimbang antara cicilan dan total biaya.
Kartu kredit, paylater, atau cicilan gadget sebaiknya diselesaikan sebelum mengajukan KPR.
Penghasilan tambahan yang stabil dapat memperkuat kemampuan bayar dan peluang persetujuan KPR.
Perhatikan bukan hanya bunga promo, tetapi juga bunga floating, biaya provisi, administrasi, dan penalti pelunasan dipercepat.
Menghitung kemampuan cicil KPR pribadi adalah langkah penting sebelum membeli rumah. Kunci utamanya adalah menggunakan penghasilan bersih, menghitung seluruh pengeluaran dan cicilan yang sudah ada, lalu menentukan batas aman cicilan sekitar 25–30% dari penghasilan bulanan.
Selain itu, jangan lupa mempertimbangkan dana darurat, kemungkinan kenaikan bunga, dan kondisi keuangan jangka panjang. Rumah yang ideal bukanlah rumah dengan cicilan terbesar yang bisa disetujui bank, melainkan rumah yang tetap membuat kamu bisa hidup nyaman, menabung, dan mencapai tujuan keuangan lainnya.
Dengan perhitungan yang matang, KPR dapat menjadi alat untuk mewujudkan impian memiliki rumah tanpa mengorbankan kesehatan finansialmu di masa depan.
Sudah menghitung kemampuan cicil KPR dan siap memiliki rumah impian? Jangan biarkan rencana memiliki hunian hanya menjadi angan-angan. Kenali lebih lanjut fasilitas KPR Bank Sinarmas, temukan pilihan yang sesuai dengan kondisi finansialmu dan mulai langkah menuju rumah idaman bersama Bank Sinarmas.
✨ Cek informasi lengkap KPR Bank Sinarmas di sini sekarang dan wujudkan rencana memiliki rumah dengan lebih percaya diri.
👉 Butuh informasi layanan perbankan lainnya? Kunjungi juga halaman layanan resmi Bank Sinarmas berikut.
✨ Download dan pakai SimobiPlus sekarang juga di sini dan buat setiap langkah investasimu berarti.
Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini
© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.