
Pernahkah kamu merasa sangat senang, sedih, atau stres, lalu tiba-tiba checkout keranjang belanja online tanpa pikir panjang? Jika ya, kamu mungkin sedang mengalami emotional spending. Ini adalah salah satu kebiasaan yang sering kali menjadi musuh utama dalam upaya mencapai Finansial Lebih Baik.
Emotional spending adalah perilaku berbelanja yang dipicu oleh emosi, bukan kebutuhan. Perasaan seperti stres, cemas, kesepian, atau bahkan kegembiraan berlebihan dapat mendorong seseorang untuk melakukan pengeluaran secara impulsif. Meskipun sesekali hal ini bisa dimaklumi, jika menjadi kebiasaan, dampaknya bisa mengganggu finansialmu.
Emotional spending membuat kamu sulit mematuhi anggaran yang telah dibuat. Tanpa disadari, pengeluaran kecil yang tidak direncanakan bisa menguras dana darurat atau tabungan jangka panjang.
Setelah euforia berbelanja hilang, banyak orang merasa bersalah atau menyesal, apalagi jika barang yang dibeli ternyata tidak benar-benar dibutuhkan.
Jika dibiarkan terus-menerus, emotional spending bisa menghambat pencapaian tujuan keuangan penting seperti membeli rumah, membayar utang, atau mempersiapkan dana pensiun.
Berbelanja saat sedang stres atau bosan
Membeli barang hanya untuk merasa lebih baik
Sering menyesal setelah berbelanja
Sulit membedakan antara kebutuhan dan keinginan
Jika kamu merasa mengalami hal-hal di atas, saatnya untuk mulai memperkuat literasi finansial kamu.
Sadari kondisi emosi yang mendorong kamu untuk belanja. Apakah kamu melakukannya saat stres kerja? Setelah bertengkar? Memahami pemicunya adalah langkah awal yang penting.
Terapkan tips mengatur keuangan sederhana seperti membuat daftar belanja, menetapkan batas pengeluaran, dan memprioritaskan kebutuhan dibanding keinginan.
Kebiasaan ini membantu kamu berpikir lebih rasional dan menilai apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan.
Saat emosi memuncak, alihkan perhatian dengan aktivitas lain seperti berjalan-jalan, menulis jurnal, atau olahraga ringan.
Banyak aplikasi keuangan yang bisa membantu kamu melacak pengeluaran, menetapkan target menabung, serta mengontrol pengeluaran belanja.
Mengatasi emotional spending membutuhkan komitmen dan pengetahuan. Oleh karena itu, penting untuk terus meningkatkan literasi finansial kamu. Memahami bagaimana uang bekerja, bagaimana cara menabung, berinvestasi, dan mengelola utang adalah fondasi untuk kehidupan finansial yang sehat.
Saatnya mengubah mindset kamu dalam mengelola finansial dan membangun kebiasaan keuangan yang sehat. Kunjungi https://www.banksinarmas.com/id/flb untuk mendapatkan berbagai solusi perbankan yang bisa bantu kamu mencapai tujuan finansial.
Mulai langkah kecil dengan mampu mengendalikan emotional spending untuk mewujudkan Finansial Lebih Baik di masa depan.
Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini
© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.