ARTIKEL

Kenapa Gen Z Susah Nabung?

Kenapa Gen Z Susah Nabung?

Kalau kamu lahir antara tahun 1997 hingga 2012, kamu termasuk dalam generasi yang paling banyak dibicarakan soal gaya hidup dan keuangan, yaitu Gen Z. Di tengah semua label "digital native" dan "generasi paling melek teknologi," ada satu ironi yang cukup mencolok. Banyak Gen Z yang justru kesulitan menyisihkan uang untuk ditabung.

Bukan berarti Gen Z boros tanpa alasan. Namun, terdapat faktor-faktor nyata yang membuat menabung terasa lebih sulit bagi generasi ini dibandingkan generasi sebelumnya. Mari kita bahas satu per satu.

1. Hidup di Era "YOLO" dan Tekanan Sosial Media

Salah satu tantangan terbesar Gen Z adalah hidup di bawah sorotan media sosial yang konstan. Setiap hari, feed Instagram dan TikTok dipenuhi dengan gaya hidup estetik. Mulai dari coffee shop hopping, outfit of the day, liburan ke Bali atau Korea, hingga gadget terbaru.

Tanpa disadari, ini menciptakan tekanan psikologis yang disebut Fear of Missing Out (FOMO). Gen Z merasa harus ikut menikmati pengalaman-pengalaman itu sekarang, karena siapa tahu besok sudah terlambat. Filosofi "You Only Live Once" ini memang terdengar menyenangkan, tapi dampaknya pada dompet sangat nyata.

Pengeluaran impulsif demi konten, eksistensi, atau sekadar ikut tren bisa menggerus penghasilan lebih cepat dari yang disadari.

2. Penghasilan yang Belum Stabil

Banyak Gen Z yang baru memasuki dunia kerja dan kenyataannya gaji pertama tidak selalu besar. Di kota besar seperti Jakarta, biaya hidup seperti kos, transportasi, makan, hingga kuota internet sudah mengambil porsi yang sangat besar dari penghasilan.

Belum lagi tren hustle culture yang justru membuat banyak Gen Z memilih pekerjaan freelance atau side hustle dengan penghasilan yang tidak tetap setiap bulannya. Ketika pemasukan tidak konsisten, menabung secara rutin menjadi tantangan tersendiri.

3. Terjebak Pola "Nabung Sisa"

Inilah kesalahan paling umum yang dilakukan bukan hanya Gen Z, tapi banyak generasi, yaitu menabung dari sisa pengeluaran, bukan mengeluarkan dari sisa tabungan.

Polanya biasanya seperti ini: gajian → bayar tagihan → jajan → nongkrong → belanja online → ... dan di akhir bulan, tidak ada yang tersisa untuk ditabung. Tanpa sistem yang jelas, niat menabung hanya akan terus menjadi rencana yang tertunda.

4. Inflasi dan Biaya Hidup yang Terus Naik

Gen Z tumbuh di era di mana harga-harga terus merangkak naik, mulai dari harga pangan, biaya sewa tempat tinggal, hingga tarif layanan kesehatan. Sementara itu, kenaikan gaji tidak selalu sebanding dengan laju inflasi.

Kondisi ini membuat banyak anak muda merasa menabung tidak ada gunanya karena nilai uang yang disimpan terus tergerus. Rasa frustrasi ini, kalau tidak dikelola dengan pemahaman keuangan yang baik, bisa berujung pada sikap apatis terhadap tabungan.

5. Kemudahan Belanja Digital dan Paylater

Teknologi yang seharusnya mempermudah hidup, dalam konteks keuangan, justru bisa menjadi jebakan. Aplikasi belanja online, promo cashback setiap hari, hingga fitur Buy Now Pay Later (BNPL) membuat transaksi terasa begitu mudah dan "tidak terasa" mengeluarkan uang.

Padahal, cicilan paylater yang menumpuk bisa menjadi beban finansial yang besar. Banyak Gen Z yang tanpa sadar sudah punya cicilan dari 3–5 platform berbeda sekaligus, dan itu semua memotong ruang untuk menabung.

6. Kurangnya Literasi Keuangan Sejak Dini

Sayangnya, pendidikan keuangan personal tidak banyak diajarkan secara formal di sekolah. Banyak Gen Z yang baru belajar tentang budgeting, investasi, atau pentingnya dana darurat justru dari konten media sosial. 

Kualitasnya tidak selalu terjamin. Tanpa pemahaman dasar yang kuat soal cara mengelola uang, wajar kalau menabung terasa seperti konsep abstrak yang sulit dipraktikkan.

Lalu, Bagaimana Cara Mulai Menabung?

Kabar baiknya, tidak ada kata terlambat untuk memulai. Kunci utamanya adalah mengubah mindset dari menabung sisa menjadi menabung di awal. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba:

  1. Tentukan tujuan menabung yang spesifik (liburan, dana darurat, beli gadget, atau masa depan)

  2. Pisahkan rekening untuk kebutuhan sehari-hari dan tabungan

  3. Otomatiskan tabungan setiap kali gajian masuk

  4. Mulai dari nominal kecil. Konsistensi lebih penting dari jumlahnya

Mulai Langkah Menabung Pertamamu Bersama Bank Sinarmas

Salah satu hambatan menabung adalah tidak punya rekening khusus yang memang diperuntukkan untuk menyimpan uang. Kalau rekening tabungan dan pengeluaran sehari-hari dijadikan satu, sangat mudah untuk "mengambil" uang yang seharusnya disimpan.

Bank Sinarmas hadir sebagai solusi cerdas untuk Gen Z yang ingin mulai serius menabung. Dengan produk Tabungan Bank Sinarmas, kamu bisa menikmati kemudahan menabung kapan saja dan di mana saja lewat layanan digital yang modern dan user-friendly, cocok banget untuk gaya hidup Gen Z yang serba mobile.

Tidak perlu menunggu punya gaji besar untuk mulai. Yang penting adalah mulai sekarang, dengan kebiasaan yang konsisten. Karena masa depan finansial yang baik bukan soal seberapa besar penghasilanmu, tapi seberapa bijak kamu mengelolanya.

👉 Buka tabunganmu di Bank Sinarmas sekarang juga di sini dan jadikan menabung bukan lagi beban, tetapi kebiasaan yang menyenangkan menuju tujuan hidupmu.

👉 Download juga SimobiPlus, aplikasi mobile banking dari Bank Sinarmas di sini.

👉 Butuh informasi layanan perbankan lainnya? Kunjungi juga halaman layanan resmi Bank Sinarmas berikut.

Date Create : 19/06/2026
Bagikan          
flb
logobsim
Kantor Pusat Sinar Mas Land Plaza
Jl. M.H Thamrin kav 51,
Menara 1, Lantai 1 & 2,
Jakarta 10350 - Indonesia
Bank Sinarmas CARE 1500153
(021) 501 88888 Media Sosial Kami facebook     instagram     twitter     tiktok     youtube    
PT. Bank Sinarmas Tbk. berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini

Link
Sinarmas Asset Management Terbaik Investasi Reksadana
Sinarmas Sekuritas Terbaik Online Trading Investasi Saham
Bank Nano Syariah


© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.