Memiliki rumah pertama adalah impian banyak orang, terutama bagi pasangan muda dan karyawan yang mulai membangun masa depan. Namun, sebelum mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), penting untuk memahami syarat-syarat yang biasanya diminta oleh bank. Dengan mengetahui persyaratan sejak awal, proses pengajuan KPR bisa menjadi lebih lancar dan peluang disetujui pun lebih besar.
KPR rumah pertama pada dasarnya adalah fasilitas pembiayaan dari bank untuk membantu masyarakat membeli rumah dengan cara mencicil dalam jangka waktu tertentu. Bank akan menilai kemampuan finansial dan kelayakan calon debitur sebelum memberikan persetujuan.
Salah satu syarat utama pengajuan KPR adalah usia pemohon. Umumnya, bank mensyaratkan usia minimal 21 tahun atau sudah menikah. Sementara itu, usia maksimal saat kredit lunas biasanya berkisar antara 55 hingga 65 tahun, tergantung kebijakan masing-masing bank dan jenis pekerjaan pemohon.
Sebagai contoh, jika kamu berusia 30 tahun dan mengambil tenor 20 tahun, maka usia saat kredit lunas menjadi 50 tahun dan masih berada dalam batas yang diperbolehkan.
Bank perlu memastikan bahwa calon debitur memiliki kemampuan untuk membayar cicilan setiap bulan. Karena itu, penghasilan tetap menjadi syarat yang sangat penting.
Bagi karyawan, biasanya diminta slip gaji dan surat keterangan kerja. Untuk wiraswasta, bank akan melihat laporan keuangan usaha, rekening koran, atau dokumen pendukung lainnya. Sedangkan profesional seperti dokter, pengacara, atau notaris biasanya diminta menunjukkan bukti penghasilan dan izin praktik.
Besaran penghasilan minimum tidak selalu sama. Bank akan menyesuaikannya dengan harga rumah, tenor, dan besarnya cicilan yang diajukan.
Selain penghasilan, bank juga memperhatikan stabilitas pekerjaan atau usaha. Untuk karyawan, umumnya diperlukan masa kerja minimal 1 hingga 2 tahun, terutama jika statusnya karyawan tetap.
Bagi wiraswasta, usaha biasanya harus sudah berjalan minimal 2 tahun agar dianggap cukup stabil. Semakin lama usaha berjalan dan semakin baik arus kasnya, semakin besar peluang pengajuan KPR disetujui.
Dokumen identitas merupakan syarat administrasi yang wajib dipenuhi. Dokumen yang biasanya diminta meliputi:
Pastikan seluruh dokumen masih berlaku dan data di dalamnya konsisten. Perbedaan nama, alamat, atau tanggal lahir dapat memperlambat proses verifikasi.
Bank akan melakukan analisis kemampuan bayar berdasarkan dokumen penghasilan. Dokumen yang umum diminta antara lain:
Untuk wiraswasta, biasanya diperlukan:
Dokumen ini membantu bank menilai apakah penghasilanmu cukup untuk menanggung cicilan KPR.
Bank juga akan memeriksa riwayat kredit melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Jika kamu pernah memiliki kartu kredit, kredit kendaraan, pinjaman online, atau cicilan lainnya, semua riwayat tersebut dapat terlihat.
Riwayat pembayaran yang lancar akan menjadi nilai positif. Sebaliknya, tunggakan atau kredit macet dapat menurunkan peluang persetujuan KPR.
Karena itu, sebelum mengajukan KPR rumah pertama, pastikan tidak ada cicilan yang menunggak dan usahakan menjaga skor kredit tetap baik.
KPR umumnya tidak membiayai 100% harga rumah. Calon pembeli perlu menyiapkan uang muka atau down payment (DP). Besarnya DP tergantung kebijakan bank, jenis rumah, dan ketentuan regulator.
Semakin besar DP yang dibayarkan, biasanya cicilan bulanan menjadi lebih ringan dan peluang persetujuan kredit juga bisa lebih baik karena risiko bank dianggap lebih rendah. Selain DP, siapkan juga biaya tambahan seperti:
Banyak calon pembeli fokus pada DP, padahal biaya tambahan ini juga perlu diperhitungkan sejak awal.
Tidak semua rumah bisa dibiayai dengan KPR. Bank akan menilai kondisi dan legalitas properti yang dibeli. Beberapa hal yang diperiksa antara lain:
Untuk rumah baru dari developer, bank biasanya sudah memiliki kerja sama sehingga proses bisa lebih mudah. Untuk rumah bekas, pemeriksaan legalitas biasanya dilakukan lebih detail.
Baca juga artikel menarik lainnya: Apa Akibatnya jika KPR Tidak Dibayar? Ini Dampak Nyata yang Perlu Kamu Tahu!
Bank umumnya menggunakan rasio cicilan terhadap penghasilan (debt service ratio). Total cicilan bulanan, termasuk cicilan lain yang sudah dimiliki, biasanya tidak boleh melebihi sekitar 30–40% dari penghasilan bulanan.
Karena itu, sebelum memilih rumah, hitung terlebih dahulu kemampuan cicilan agar tidak memberatkan keuangan keluarga.
Beberapa program KPR, terutama yang bersubsidi, memiliki syarat tambahan seperti:
Jika kamu membeli rumah pertama melalui program subsidi, pastikan memahami seluruh ketentuan agar tidak terjadi pelanggaran di kemudian hari.
Agar peluang persetujuan semakin besar, lakukan beberapa hal berikut:
Bank tidak hanya menilai kemampuan membeli rumah, tetapi juga kemampuan mempertahankan pembayaran cicilan dalam jangka panjang.
Mengajukan KPR rumah pertama memang membutuhkan persiapan yang matang, baik dari sisi dokumen, penghasilan, riwayat kredit, maupun dana yang tersedia. Memahami syarat-syarat pengajuan sejak awal akan membantu kamu menghindari penolakan dan mempercepat proses persetujuan.
Rumah pertama bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga langkah penting dalam membangun kestabilan finansial dan masa depan keluarga. Karena itu, pilihlah rumah sesuai kemampuan, siapkan dokumen dengan lengkap, dan pastikan kondisi keuangan tetap sehat sebelum mengajukan KPR. Dengan persiapan yang baik, impian memiliki rumah pertama bisa lebih cepat terwujud.
Ingin proses pengajuan KPR rumah pertama lebih praktis, jelas, dan didukung pilihan pembiayaan yang fleksibel? Temukan solusi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bank Sinarmas yang dirancang untuk membantu kamu mewujudkan impian memiliki rumah sendiri dengan lebih mudah. Mulai dari informasi syarat pengajuan, simulasi pembiayaan, hingga berbagai pilihan program KPR yang dapat disesuaikan dengan kebutuhanmu
👉 Kunjungi halaman resmi KPR Bank Sinarmas sekarang juga dan pelajari seluruh keuntungan serta kemudahan pengajuannya di sini.
👉 Butuh informasi layanan perbankan lainnya? Kunjungi juga halaman layanan resmi Bank Sinarmas berikut.
✨ Yuk, download dan pakai SimobiPlus sekarang juga di sini dan buat setiap langkah investasimu berarti.
Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini
© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.