Banyak orang menunda investasi karena mengira butuh modal besar untuk mulai. Padahal, reksa dana justru dirancang untuk siapa saja, termasuk kamu yang baru mulai menabung dan punya dana terbatas. Beberapa platform investasi digital di Indonesia bahkan memungkinkan pembelian unit reksa dana mulai dari Rp10.000 hingga Rp100.000 saja. Berikut beberapa tips praktis yang bisa kamu terapkan.
Reksadana adalah wadah yang menghimpun dana dari banyak investor, lalu dikelola oleh Manajer Investasi (MI) profesional dan disalurkan ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, atau pasar uang. Dengan begitu, kamu tidak perlu repot menganalisis pasar sendiri karena sudah ada ahli yang mengelolanya.
Reksadana terbagi ke beberapa jenis sesuai tingkat risiko dan jangka waktu:
Untuk pemula dengan dana terbatas, reksadana pasar uang biasanya jadi pilihan paling aman untuk belajar sambil jalan, sebelum nanti mencoba jenis lain sesuai tujuan keuangan.
Sebelum menaruh dana, cek legalitas platform maupun MI (Manajer Investasi) melalui situs resmi ojk.go.id. Pilih MI (Manajer Investasi) dengan rekam jejak yang jelas, dilihat dari lama beroperasi dan total dana kelolaan (AUM). Langkah kecil ini penting untuk menghindari penawaran investasi bodong yang menjanjikan keuntungan tidak wajar.
Tidak perlu menunggu punya dana besar. Mulai saja dengan nominal yang terasa ringan di kantong, lalu tambah porsinya begitu kondisi keuangan kamu membaik. Yang penting adalah membangun kebiasaan menabung dan belajar memahami pergerakan Nilai Aktiva Bersih (NAB) terlebih dahulu.
Daripada menebak waktu terbaik untuk membeli, lebih baik investasi rutin tiap bulan dengan nominal tetap, misalnya tiap tanggal gajian. Strategi ini membantu rata-rata harga pembelian jadi lebih stabil dan mengurangi risiko membeli di saat harga sedang tinggi.
Pastikan dana darurat (idealnya tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan) sudah aman sebelum dana lain dialokasikan ke reksadana. Gunakan "uang dingin", yaitu dana yang memang tidak akan dibutuhkan dalam waktu dekat, bukan uang kebutuhan pokok atau biaya hidup harian.
Cek biaya pembelian (subscription fee) dan biaya penjualan (redemption fee) sebelum membeli, karena beberapa platform sudah menawarkan biaya 0% untuk produk tertentu. Hindari juga menaruh semua dana di satu produk saja; sebar ke beberapa jenis reksadana agar portofolio lebih tahan terhadap gejolak pasar.
Sempatkan membaca Fund Fact Sheet (FFS) bulanan untuk melihat ke mana dana kamu dialokasikan dan bagaimana performanya. Sebagai catatan tambahan, keuntungan dari reksadana di Indonesia tidak dikenakan pajak, jadi imbal hasil yang kamu dapat bisa dinikmati secara penuh.
Mulailah dengan dana yang tepat
Investasi reksadana bukan soal seberapa besar modal awal, tapi seberapa konsisten kamu menjalankannya. Bayangkan kalau kamu rutin menyisihkan Rp100.000 setiap bulan lewat metode DCA: dalam setahun, kamu sudah punya rekam jejak investasi dan kebiasaan finansial yang lebih sehat, tanpa harus pusing menganalisis pasar sendiri.
Salah satu cara praktis untuk mulai adalah lewat aplikasi SimobiPlus dari Bank Sinarmas. Di sana kamu bisa membeli reksadana pasar uang seperti Danamas Rupiah Plus mulai dari Rp100.000, bebas biaya pembelian dan penjualan, dikelola Sinarmas Asset Management dan diawasi OJK. Ada juga pilihan reksadana pendapatan tetap (Danamas Pasti) dan saham/campuran (Simas Saham, Simas Satu) kalau nanti kamu ingin naik level.
👉 Yuk, download dan pakai SimobiPlus di sini , aplikasi mobile banking dari Bank Sinarmas dan buat setiap langkah investasimu berarti.
👉 Butuh informasi layanan perbankan lainnya? Kunjungi juga halaman layanan resmi Bank Sinarmas berikut.
Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini
© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.