Mengelola kekayaan bukan hanya tentang bagaimana mendapatkan penghasilan yang besar. Ketika aset dan pendapatan mulai bertambah, tantangan berikutnya adalah bagaimana menjaga, mengembangkan, dan memanfaatkannya secara tepat untuk mencapai berbagai tujuan finansial. Di sinilah konsep wealth management menjadi semakin relevan.
Wealth management merupakan pendekatan pengelolaan keuangan secara menyeluruh yang tidak hanya berfokus pada investasi. Di dalamnya terdapat berbagai aspek yang saling berkaitan, mulai dari pengelolaan aset, perlindungan kekayaan, hingga perencanaan untuk kebutuhan masa depan dan transfer kekayaan kepada generasi berikutnya.
Agar lebih mudah dipahami, wealth management dapat dilihat melalui 3 pilar utama, yaitu wealth creation, wealth preservation, dan wealth distribution. Ketiganya memiliki tujuan yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam membangun kondisi finansial yang lebih terencana.
Sebelum memahami ketiga pilarnya, penting untuk mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan wealth management.
Secara sederhana, wealth management adalah proses mengelola kekayaan secara terintegrasi berdasarkan kondisi dan tujuan finansial seseorang. Pengelolaan tersebut dapat mencakup aset, investasi, arus kas, perlindungan, pajak, hingga perencanaan warisan.
Konsep ini biasanya semakin relevan ketika seseorang mulai memiliki aset yang lebih beragam dan tujuan keuangan yang semakin kompleks. Misalnya, ingin mempersiapkan dana pendidikan anak, membeli properti, membangun dana pensiun, mengembangkan investasi, atau menyiapkan pembagian aset untuk keluarga.
Karena setiap orang memiliki kondisi dan tujuan yang berbeda, strategi pengelolaan kekayaan juga tidak bisa disamakan begitu saja.
Pilar pertama adalah wealth creation atau menciptakan kekayaan. Tahap ini berfokus pada bagaimana seseorang membangun dan meningkatkan nilai kekayaannya dari waktu ke waktu.
Sumber kekayaan dapat berasal dari berbagai hal, seperti penghasilan dari pekerjaan, keuntungan bisnis, pendapatan pasif, maupun hasil investasi. Namun, memiliki penghasilan besar saja belum tentu berarti kekayaan akan terus bertumbuh. Diperlukan pengelolaan yang disiplin agar sebagian pendapatan dapat dialokasikan untuk tujuan finansial jangka panjang.
Salah satu bagian penting dalam wealth creation adalah menentukan tujuan keuangan. Misalnya, seseorang ingin mencapai jumlah aset tertentu dalam 10 tahun, menyiapkan dana pensiun, atau membangun portofolio investasi untuk kebutuhan masa depan.
Setelah tujuan ditentukan, barulah strategi pengelolaan dana dapat disusun. Investasi dapat menjadi salah satu instrumen yang digunakan untuk mengembangkan aset, tentunya dengan mempertimbangkan profil risiko, jangka waktu, kebutuhan likuiditas, dan karakteristik masing-masing instrumen.
Pada tahap ini, prinsip yang penting adalah tidak sekadar mengejar keuntungan, tetapi memahami hubungan antara tujuan, risiko, dan potensi hasil.
Memiliki kekayaan yang terus bertumbuh merupakan hal yang penting, tetapi menjaganya agar tidak berkurang secara tidak terencana juga tidak kalah penting. Inilah yang menjadi fokus wealth preservation atau menjaga kekayaan.
Semakin besar aset yang dimiliki, semakin banyak pula risiko yang perlu dipertimbangkan. Risiko tersebut dapat berasal dari perubahan kondisi ekonomi, fluktuasi nilai investasi, kebutuhan mendadak, hingga kejadian tidak terduga yang dapat memengaruhi kondisi finansial.
Karena itu, pengelolaan kekayaan sebaiknya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan aset. Sebagian dana perlu ditempatkan pada instrumen yang sesuai dengan kebutuhan likuiditas, sementara aset lainnya dapat dialokasikan untuk tujuan jangka menengah atau panjang.
Perlindungan melalui asuransi juga dapat menjadi bagian dari strategi preservation. Perlindungan yang sesuai dapat membantu mengurangi dampak finansial akibat risiko tertentu, seperti masalah kesehatan, kecelakaan, atau risiko lainnya sesuai kebutuhan.
Selain itu, diversifikasi juga menjadi salah satu konsep yang penting. Menempatkan seluruh kekayaan pada satu jenis aset dapat membuat kondisi finansial lebih rentan terhadap perubahan pada aset tersebut. Dengan diversifikasi yang sesuai, risiko dapat dikelola dengan lebih terukur.
Jadi, wealth preservation bukan berarti menghindari seluruh risiko. Tujuannya adalah memahami risiko dan mengelolanya agar kekayaan yang sudah dibangun dapat tetap mendukung tujuan finansial dalam jangka panjang.
Pilar ketiga adalah wealth distribution atau perencanaan distribusi kekayaan. Tahap ini berkaitan dengan bagaimana aset yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dialihkan sesuai tujuan, termasuk kepada keluarga atau generasi berikutnya.
Bagi seseorang yang sudah memiliki aset dan kekayaan dalam jumlah tertentu, perencanaan distribusi menjadi semakin penting. Tanpa perencanaan yang jelas, pembagian aset di masa depan berpotensi menimbulkan persoalan, terutama ketika aset yang dimiliki semakin beragam.
Wealth distribution dapat mencakup perencanaan warisan, penentuan penerima manfaat, serta pengaturan kepemilikan aset sesuai ketentuan yang berlaku. Tujuannya adalah memastikan kekayaan yang telah dibangun dapat memberikan manfaat sesuai dengan rencana.
Perencanaan ini juga sebaiknya tidak dilakukan secara mendadak. Kondisi aset, struktur keluarga, tujuan finansial, serta ketentuan hukum yang berlaku dapat berubah seiring waktu. Oleh sebab itu, rencana distribusi kekayaan perlu ditinjau secara berkala.
Setiap orang memiliki kondisi finansial yang berbeda. Ada yang sedang berada pada tahap membangun aset, ada yang mulai mengembangkan portofolio investasi, dan ada pula yang sudah mempersiapkan masa pensiun serta warisan untuk keluarga.
Wealth management membantu melihat kondisi tersebut secara lebih menyeluruh. Artinya, keputusan finansial tidak dibuat secara terpisah tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap tujuan lainnya.
Misalnya, keputusan investasi sebaiknya tetap memperhatikan kebutuhan dana darurat. Begitu juga ketika membeli aset, perlu dipertimbangkan kemampuan menjaga arus kas. Sementara ketika kekayaan mulai bertambah, perlindungan aset dan perencanaan warisan juga perlu masuk dalam pertimbangan.
Pendekatan yang terintegrasi dapat membantu seseorang memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai posisi keuangan saat ini sekaligus arah yang ingin dicapai di masa depan.
Wealth management tidak harus dimulai ketika seseorang sudah memiliki kekayaan dalam jumlah sangat besar. Justru, kebiasaan mengelola keuangan dengan baik dapat dibangun sejak dini.
Langkah pertama adalah mengetahui kondisi finansial saat ini. Catat pendapatan, pengeluaran, aset, utang, dan kewajiban lainnya. Dari sana, kamu dapat mengetahui posisi keuangan secara lebih objektif.
Selanjutnya, tentukan tujuan keuangan. Tujuan jangka pendek tentu membutuhkan strategi yang berbeda dengan tujuan jangka panjang. Setelah itu, susun alokasi dana berdasarkan kebutuhan dan profil risiko.
Jangan lupa menyiapkan dana darurat dan perlindungan yang sesuai. Jika sudah mulai memiliki portofolio investasi, lakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan alokasinya masih sesuai dengan tujuan.
Untuk kekayaan yang lebih kompleks, kamu juga dapat mempertimbangkan bantuan profesional agar berbagai aspek pengelolaan kekayaan dapat direncanakan secara lebih terintegrasi.
Setiap perjalanan finansial tentu memiliki kebutuhan dan tantangan yang berbeda. Karena itu, memiliki partner yang dapat membantu memahami kebutuhan sekaligus menghadirkan solusi finansial yang terintegrasi dapat memberikan nilai tambah dalam mengelola kekayaan secara berkelanjutan.
Saatnya Kelola Kekayaan dengan Strategi yang Lebih Terarah Bersama Bank Sinarmas Prioritas
Wujudkan pengelolaan aset dan perencanaan finansial yang lebih menyeluruh bersama Bank Sinarmas Prioritas. Nikmati solusi perbankan yang terintegrasi, akses terhadap berbagai produk investasi, serta beragam manfaat eksklusif yang dirancang untuk mendampingi perjalanan finansial dan mengoptimalkan potensi aset serta merencanakan masa depan dengan lebih matang.
✨ Kenali lebih lanjut layanan dan berbagai layanan Bank Sinarmas Prioritas di sini, dan mulai perjalanan menuju pengelolaan kekayaan yang lebih terencana.
👉 Butuh informasi layanan perbankan lainnya? Kunjungi juga halaman layanan resmi Bank Sinarmas berikut.
✨ Yuk, download dan pakai SimobiPlus sekarang juga di sini dan buat setiap langkah investasimu berarti.
Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini
© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.