Memiliki asuransi dapat menjadi salah satu langkah untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko yang mungkin terjadi di masa depan. Namun, memiliki polis saja belum cukup. Kamu juga perlu memahami isi polis agar mengetahui dengan jelas manfaat apa yang diperoleh, risiko apa saja yang ditanggung, serta kondisi apa yang dapat membuat klaim tidak dapat dibayarkan.
Tidak sedikit orang yang baru membaca kembali polis ketika hendak mengajukan klaim. Padahal, meninjau polis asuransi secara berkala merupakan kebiasaan penting agar perlindungan yang dimiliki tetap sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kehidupan yang terus berubah.
Perubahan pekerjaan, pendapatan, status keluarga, jumlah tanggungan, hingga kebutuhan finansial dapat membuat perlindungan yang sebelumnya dirasa cukup menjadi kurang relevan. Oleh karena itu, luangkan waktu untuk membaca dan mengevaluasi kembali polis secara menyeluruh.
Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan saat meninjau polis asuransi? Berikut enam poin penting yang sebaiknya tidak dilewatkan.
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah manfaat dan cakupan perlindungan yang tercantum dalam polis. Pastikan kamu mengetahui risiko apa saja yang mendapatkan perlindungan dan manfaat apa yang akan diberikan apabila risiko tersebut terjadi.
Misalnya, pada asuransi kesehatan, periksa jenis perawatan yang ditanggung, batas manfaat, rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang dapat digunakan, serta ketentuan lainnya. Sementara pada asuransi jiwa, perhatikan besarnya uang pertanggungan dan pihak yang akan menerima manfaat sesuai ketentuan polis.
Jangan hanya melihat nominal manfaat. Pahami juga bagaimana dan kapan manfaat tersebut dapat diberikan. Dengan begitu, kamu tidak memiliki ekspektasi yang berbeda dengan ketentuan sebenarnya.
Jika kebutuhan hidup sudah berubah, evaluasi apakah besarnya perlindungan masih memadai. Misalnya, setelah menikah atau memiliki anak, kebutuhan perlindungan bisa saja berbeda dibandingkan ketika masih lajang.
Selain mengetahui apa yang ditanggung, kamu juga perlu memahami apa yang tidak ditanggung oleh asuransi.
Ketentuan pengecualian biasanya tercantum dalam polis dan dapat berbeda tergantung jenis produk serta perusahaan asuransi. Beberapa kondisi, tindakan, atau risiko tertentu mungkin tidak mendapatkan manfaat perlindungan.
Bagian ini sering kali terlewat karena calon nasabah lebih fokus pada manfaat yang ditawarkan. Padahal, memahami pengecualian sama pentingnya dengan memahami cakupan perlindungan.
Saat meninjau polis, luangkan waktu untuk membaca bagian pengecualian secara teliti. Jika terdapat istilah yang kurang dipahami, jangan ragu untuk meminta penjelasan dari tenaga pemasar atau pihak perusahaan asuransi.
Dengan memahami pengecualian sejak awal, kamu dapat mengetahui batas perlindungan secara lebih realistis.
Poin berikutnya adalah memeriksa besaran premi dan mekanisme pembayarannya. Pastikan jumlah premi yang harus dibayarkan masih sesuai dengan kemampuan finansial saat ini.
Kondisi keuangan seseorang dapat berubah dari waktu ke waktu. Penghasilan mungkin meningkat, kebutuhan keluarga bertambah, atau justru terjadi perubahan kondisi pekerjaan. Karena itu, premi yang sebelumnya terasa ringan belum tentu tetap sesuai dengan kondisi keuangan saat ini.
Periksa juga frekuensi pembayaran premi, tanggal jatuh tempo, metode pembayaran, serta konsekuensi apabila pembayaran terlambat atau tidak dilakukan.
Jangan sampai perlindungan terganggu hanya karena lupa membayar premi atau tidak memahami ketentuan pembayaran. Jika mengalami perubahan kondisi finansial, kamu dapat mengevaluasi kembali pilihan perlindungan yang tersedia sesuai dengan ketentuan polis.
Setiap produk asuransi dapat memiliki ketentuan mengenai masa tunggu, periode perlindungan, atau masa berlaku polis. Karena itu, bagian ini juga penting untuk diperiksa.
Masa tunggu merupakan periode tertentu ketika manfaat untuk kondisi atau risiko tertentu belum dapat digunakan. Ketentuannya dapat berbeda tergantung produk dan jenis perlindungan.
Selain masa tunggu, perhatikan pula kapan polis mulai berlaku, kapan masa perlindungan berakhir, serta apakah terdapat ketentuan perpanjangan.
Informasi ini penting agar kamu mengetahui kapan perlindungan benar-benar aktif dan tidak salah memahami periode manfaat yang tersedia.
Jika polis sudah berjalan selama beberapa waktu, pastikan status polis masih aktif. Periksa pula apakah ada perubahan ketentuan yang perlu diketahui.
Memahami prosedur klaim merupakan hal yang tidak kalah penting. Jangan menunggu sampai terjadi risiko baru kemudian mencari tahu bagaimana cara mengajukan klaim.
Saat meninjau polis, periksa dokumen yang dibutuhkan, batas waktu pengajuan klaim, prosedur pelaporan, serta ketentuan lain yang harus dipenuhi.
Setiap jenis asuransi dapat memiliki proses klaim yang berbeda. Ada produk yang membutuhkan dokumen medis, bukti kejadian, identitas, formulir klaim, maupun dokumen pendukung lainnya.
Memahami prosedur sejak awal akan membuat kamu lebih siap jika suatu saat perlu mengajukan klaim. Selain itu, simpan dokumen polis dan informasi penting lainnya di tempat yang aman dan mudah ditemukan.
Jika terdapat perubahan data pribadi, seperti alamat, nomor telepon, atau data penerima manfaat, pastikan informasi tersebut diperbarui sesuai prosedur yang berlaku.
Poin terakhir yang tidak kalah penting adalah mengevaluasi kesesuaian polis dengan kondisi dan tujuan keuangan saat ini.
Kebutuhan perlindungan seseorang dapat berubah seiring waktu. Ketika masih lajang, misalnya, kebutuhan asuransi mungkin berbeda dengan saat sudah menikah dan memiliki anak. Begitu pula ketika seseorang memiliki tanggungan baru, membeli rumah dengan kredit, atau mengalami perubahan kondisi pekerjaan dan penghasilan.
Coba tanyakan kepada diri sendiri: apakah manfaat yang diberikan polis saat ini masih cukup? Apakah uang pertanggungan masih sesuai dengan kebutuhan keluarga? Apakah premi masih sesuai dengan kemampuan membayar?
Jika jawabannya sudah berbeda dibandingkan ketika pertama kali membeli polis, mungkin sudah waktunya melakukan evaluasi lebih lanjut.
Bukan berarti kamu harus langsung mengganti polis. Evaluasi terlebih dahulu pilihan yang tersedia dan pertimbangkan konsekuensi dari setiap perubahan. Jika membutuhkan bantuan, diskusikan dengan pihak yang memahami produk dan ketentuan polis.
Meninjau polis secara berkala membantu memastikan bahwa perlindungan yang dimiliki tidak hanya aktif, tetapi juga relevan dengan kondisi kehidupan saat ini.
Bayangkan seseorang membeli asuransi ketika masih lajang dengan kebutuhan perlindungan tertentu. Beberapa tahun kemudian, ia sudah menikah, memiliki anak, memiliki cicilan rumah, dan mempunyai tanggungan finansial yang lebih besar.
Jika polis tidak pernah dievaluasi, ada kemungkinan perlindungan yang dimiliki belum mencerminkan kebutuhan finansial terbaru.
Karena itu, review polis sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas perencanaan keuangan. Tidak harus dilakukan setiap bulan, tetapi dapat dilakukan secara berkala atau ketika terjadi perubahan besar dalam kehidupan.
Tidak ada satu waktu yang berlaku untuk semua orang. Namun, evaluasi polis dapat dilakukan ketika terjadi perubahan penting dalam kehidupan dan kondisi finansial.
Beberapa momen yang dapat menjadi pengingat untuk meninjau polis antara lain ketika menikah, memiliki anak, membeli rumah, mengalami perubahan pekerjaan, memperoleh peningkatan penghasilan, atau memiliki tanggungan finansial baru.
Selain itu, polis juga sebaiknya ditinjau ketika kamu menyadari adanya perubahan kebutuhan perlindungan atau ingin memastikan kembali manfaat dan ketentuan yang berlaku.
Saat memilih asuransi, premi memang menjadi salah satu pertimbangan penting. Namun, jangan menjadikan premi sebagai satu-satunya faktor.
Perlindungan yang murah belum tentu paling sesuai jika manfaatnya tidak memenuhi kebutuhan. Sebaliknya, manfaat yang besar juga perlu dipertimbangkan bersama kemampuan membayar premi dalam jangka panjang.
Karena itu, selalu lihat polis secara menyeluruh. Pahami manfaat, pengecualian, premi, masa tunggu, masa berlaku, prosedur klaim, hingga kesesuaiannya dengan kebutuhan finansial.
Jika ada istilah atau ketentuan yang belum dipahami, tanyakan sebelum mengambil keputusan. Memahami polis dengan baik dapat membantu menghindari kesalahpahaman ketika membutuhkan manfaat perlindungan di kemudian hari.
Kesimpulan
Meninjau polis asuransi secara berkala merupakan langkah penting untuk memastikan perlindungan tetap sesuai dengan kebutuhan. Ada enam poin utama yang perlu diperhatikan, yaitu manfaat dan cakupan perlindungan, pengecualian, besaran premi, masa tunggu dan masa berlaku, prosedur klaim, serta kesesuaian polis dengan kondisi finansial dan kehidupan saat ini.
Jangan menunggu sampai terjadi risiko untuk membaca kembali polis. Luangkan waktu untuk memahami perlindungan yang sudah dimiliki dan lakukan evaluasi ketika terjadi perubahan besar dalam kehidupan.
Jika kamu sedang mencari perlindungan yang dapat membantu memberikan rasa aman bagi diri sendiri dan keluarga, saatnya kenali pilihan bancassurance dari Bank Sinarmas. Dengan memahami kebutuhan perlindungan dan memilih produk asuransi yang sesuai, kamu dapat mempersiapkan diri menghadapi berbagai risiko kehidupan sekaligus menjaga kondisi finansial tetap lebih terencana.
👉 Cari tahu pilihan produk dan manfaat bancassurance dari Bank Sinarmas selengkapnya di sini dan temukan perlindungan yang sesuai dengan kebutuhanmu.
✨ Download dan pakai SimobiPlus di sini, aplikasi mobile banking dari Bank Sinarmas dan buat setiap langkah investasimu berarti.
💡 Lihat juga informasi layanan Bank Sinarmas lainnya di sini.
Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini
© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.