Pernahkah kamu merasa biaya berobat saat ini jauh lebih mahal dibandingkan beberapa tahun lalu? Mulai dari konsultasi dokter, pemeriksaan laboratorium, obat-obatan, hingga biaya rawat inap, semuanya mengalami kenaikan secara bertahap.
Bahkan, satu kali perawatan di rumah sakit akibat penyakit tertentu bisa menghabiskan tabungan yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun.
Kondisi ini membuat banyak orang mulai bertanya-tanya, lebih baik mengandalkan dana darurat atau memiliki asuransi kesehatan? Simak penjelasannya berikut ini.
Fenomena kenaikan biaya medis bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara. Ada beberapa faktor yang membuat biaya layanan kesehatan terus mengalami inflasi.
Perkembangan teknologi memungkinkan rumah sakit memberikan diagnosis yang lebih cepat dan akurat melalui peralatan modern. Namun, penggunaan teknologi canggih tersebut membutuhkan investasi besar sehingga turut memengaruhi biaya pelayanan kepada pasien.
Banyak obat baru hasil penelitian memiliki efektivitas yang lebih tinggi, tetapi juga dibanderol dengan harga yang tidak murah. Terlebih untuk penyakit kronis atau penyakit kritis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang.
Perubahan gaya hidup membuat kasus penyakit seperti diabetes, hipertensi, kanker, hingga penyakit jantung semakin meningkat. Semakin tinggi kebutuhan layanan kesehatan, semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan oleh fasilitas kesehatan.
Inflasi kesehatan sering kali lebih tinggi dibandingkan inflasi umum. Artinya, biaya rumah sakit dapat naik lebih cepat dibandingkan kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.
Dana darurat adalah sejumlah uang yang disiapkan khusus untuk menghadapi situasi tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, kerusakan kendaraan, bencana, hingga kebutuhan biaya kesehatan mendadak.
Idealnya, dana darurat disimpan di instrumen yang mudah dicairkan, misalnya tabungan atau rekening dengan likuiditas tinggi.
Besarnya dana darurat yang disarankan umumnya adalah:
Dana darurat memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya penting dimiliki oleh setiap orang.
Selain itu, dana darurat juga memberikan rasa aman ketika menghadapi kondisi yang benar-benar mendesak.
Walaupun penting, dana darurat memiliki keterbatasan apabila digunakan sebagai satu-satunya perlindungan terhadap biaya kesehatan.
Misalnya, seseorang memiliki dana darurat sebesar Rp50 juta. Jika harus menjalani operasi dengan total biaya Rp120 juta, maka dana tersebut tentu tidak mencukupi.
Bahkan jika seluruh dana darurat habis untuk biaya rumah sakit, kamu akan kehilangan cadangan keuangan yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan mendesak lainnya. Akibatnya, ketika terjadi keadaan darurat berikutnya, kondisi keuangan menjadi jauh lebih rentan.
Asuransi kesehatan merupakan bentuk perlindungan finansial yang membantu menanggung biaya perawatan medis sesuai manfaat dalam polis.
Dengan membayar premi secara berkala, perusahaan asuransi akan memberikan penggantian biaya atau pembayaran langsung kepada rumah sakit sesuai ketentuan yang berlaku. Jenis perlindungan yang umumnya tersedia meliputi:
Memiliki asuransi kesehatan memberikan banyak manfaat dalam menghadapi kenaikan biaya medis. Salah satunya adalah mengurangi risiko terkurasnya tabungan akibat biaya rumah sakit yang besar.
Selain itu, asuransi memungkinkan seseorang memperoleh akses terhadap layanan kesehatan yang lebih luas tanpa harus terlalu khawatir mengenai biaya. Dalam beberapa produk, tersedia pula fasilitas cashless sehingga peserta cukup menunjukkan kartu asuransi di rumah sakit rekanan tanpa perlu membayar seluruh biaya di awal.
Manfaat lainnya adalah membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga ketika terjadi kondisi medis yang membutuhkan perawatan intensif.
Di sisi lain, asuransi kesehatan juga memiliki beberapa hal yang perlu dipahami sebelum membeli.
Karena itu, penting membaca isi polis secara menyeluruh agar tidak terjadi kesalahpahaman ketika mengajukan klaim.
Jawaban terbaik adalah menggunakan keduanya secara bersamaan. Dana darurat dan asuransi kesehatan bukanlah pilihan yang saling menggantikan, melainkan dua instrumen keuangan yang memiliki fungsi berbeda.
Semakin muda usia saat membeli asuransi, umumnya premi yang dibayarkan lebih terjangkau dibandingkan ketika usia bertambah atau sudah memiliki riwayat penyakit tertentu.
Agar perlindungan keuangan semakin optimal, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan.
Kenaikan biaya medis merupakan tantangan finansial yang tidak bisa dihindari. Mengandalkan dana darurat saja mungkin cukup untuk kebutuhan kesehatan ringan, tetapi belum tentu mampu menanggung biaya perawatan yang besar.
Sebaliknya, memiliki asuransi kesehatan tanpa dana darurat juga kurang ideal karena masih ada berbagai pengeluaran lain yang mungkin tidak masuk dalam cakupan perlindungan.
Oleh karena itu, strategi yang paling bijak adalah membangun dana darurat sekaligus memiliki asuransi kesehatan. Kombinasi keduanya akan memberikan perlindungan finansial yang lebih kuat, sehingga kamu dan keluarga dapat menghadapi risiko kesehatan dengan lebih tenang tanpa harus mengorbankan kestabilan kondisi keuangan di masa depan.
Melindungi kesehatan berarti juga melindungi kondisi keuanganmu dan keluarga. Jangan menunggu hingga biaya rumah sakit menjadi beban yang mengganggu rencana keuangan jangka panjang. Dengan solusi Bancassurance Bank Sinarmas, Kamu dapat memilih berbagai produk perlindungan yang disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari perlindungan kesehatan, jiwa, hingga perencanaan masa depan. Cari tahu berbagai pilihan manfaat dan temukan perlindungan yang tepat dengan mengunjungi halaman Bancassurance Bank Sinarmas. Wujudkan masa depan yang lebih tenang karena kamu telah mempersiapkan perlindungan sejak hari ini.
👉 Butuh informasi layanan perbankan lainnya? Kunjungi juga halaman layanan resmi Bank Sinarmas berikut.
✨ Download dan pakai SimobiPlus sekarang juga di sini dan buat setiap langkah investasimu berarti.
Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini
© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.