ARTIKEL

Begini Cara Mengatur THR agar Tidak Habis Tanpa Jejak dan Lebaran Tanpa Penyesalan!

Begini Cara Mengatur THR agar Tidak Habis Tanpa Jejak dan Lebaran Tanpa Penyesalan!

Menjelang Lebaran, ada satu momen yang hampir selalu dinantikan oleh banyak orang: Tunjangan Hari Raya (THR). Saat notifikasi rekening masuk dengan nominal yang lebih besar dari biasanya, rasanya seperti mendapatkan hadiah setelah bekerja keras sepanjang tahun. Dalam sekejap, berbagai rencana langsung muncul di kepala. Mulai dari membeli baju baru untuk Lebaran, menyiapkan hampers untuk keluarga, biaya mudik, hingga memberi self reward yang sudah lama diinginkan.

Semua terasa wajar. Bahkan menyenangkan. Namun ada satu pertanyaan yang sering muncul setelah Lebaran berlalu. Kenapa THR rasanya cepat sekali habis?

Padahal rasanya belum terlalu banyak digunakan. Bahkan sebagian orang sampai bertanya pada diri sendiri: “Sebenarnya uang THR tadi dipakai untuk apa saja?” Nah, Jika kamu pernah merasakan hal yang sama, kamu tidak sendirian. Fenomena ini terjadi pada banyak orang setiap tahunnya.

Untuk memahami lebih dalam bagaimana cara mengatur THR agar tetap menyenangkan tanpa penyesalan, kamu bisa menyimak penjelasan langsung dari Yudanti Astriati, Deposit Product Management Bank Sinarmas, dalam video berikut di segmen FLB Talks.

Di video ini, beliau  membahas:

  • Mengapa THR sering habis tanpa terasa

  • Langkah pertama yang perlu dilakukan saat THR masuk

  • Pentingnya menyisihkan dana untuk simpanan

  • Dampak finansial jika THR tidak direncanakan

Yuk simak penjelasan lengkapnya di video di bawah dan mulai langkah kecil menuju #FinansialLebihBaik.

Kenapa THR Sering Habis Tanpa Terasa?

Secara psikologis, THR sering dianggap sebagai “uang tambahan” atau bonus yang bebas digunakan. Karena bukan bagian dari gaji rutin bulanan, banyak orang merasa lebih santai dalam menggunakannya. Padahal, justru karena sifatnya yang datang sekaligus dalam jumlah besar, THR sering habis lebih cepat jika tidak direncanakan sejak awal.

Biasanya ada beberapa pengeluaran yang muncul hampir bersamaan menjelang Lebaran, seperti:

  • Belanja kebutuhan Lebaran

  • Zakat dan sedekah

  • Membeli baju baru

  • Membeli hadiah untuk keluarga

  • Biaya mudik

  • Kegiatan silaturahmi

  • Self reward setelah bekerja keras

Semua pengeluaran ini sebenarnya wajar dan bahkan menjadi bagian dari tradisi Lebaran yang penuh kebahagiaan. Namun yang sering terlewat adalah perencanaan.

Ketika uang tidak diarahkan sejak awal, besar atau kecil nominalnya tetap akan cepat habis. Dan setelah euforia Lebaran selesai, barulah terasa dampaknya terhadap kondisi keuangan.

Padahal jika dikelola dengan lebih sadar, THR bisa memberikan manfaat yang jauh lebih besar.

THR Bukan Hanya untuk Dihabiskan

Banyak orang berpikir bahwa tujuan utama THR adalah untuk digunakan selama Lebaran. Padahal sebenarnya, THR juga bisa menjadi momentum untuk memperkuat kondisi finansial. Dengan pengelolaan yang tepat, THR bisa dimanfaatkan untuk:

  • Menambah tabungan

  • Menyiapkan dana darurat

  • Membantu perencanaan keuangan jangka pendek

  • Mengurangi tekanan finansial setelah Lebaran

Artinya, THR tidak harus selalu dihabiskan. Sebagian tetap bisa digunakan dan dikelola dengan bijak untuk menikmati momen lebaran, 

Dengan kata lain, THR bisa menjadi langkah kecil menuju finansial yang lebih baik dan lebih sehat. Kuncinya sederhana: mengelola dan mengatur pembagian uang dengan sadar sejak awal.

Cara Sederhana Mengatur THR Agar Tidak Cepat Habis

Salah satu cara paling sederhana untuk mengelola THR adalah dengan membagi uang tersebut ke dalam beberapa pos pengeluaran begitu diterima.

Misalnya menggunakan pembagian berikut:

  • 50% untuk kebutuhan utama

Bagian ini bisa digunakan untuk kebutuhan yang memang harus dipenuhi, seperti zakat, kebutuhan keluarga, atau pengeluaran rutin lainnya.

  • 30% untuk menikmati momen Lebaran

Digunakan untuk belanja, mudik, berbagi dengan keluarga, atau self reward yang sudah direncanakan.

  • 20% untuk disimpan

Bagian ini sering kali menjadi yang paling mudah dilupakan, padahal justru sangat penting untuk menjaga kondisi finansial setelah Lebaran.

Persentase di atas sebenarnya fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang. Yang terpenting adalah memisahkan uang sejak awal, sehingga kita memiliki kontrol yang lebih jelas terhadap pengeluaran. Dengan cara ini, kita tetap bisa menikmati momen Lebaran tanpa harus khawatir setelahnya.

Mengapa Menyisihkan THR untuk Simpanan Itu Penting?

Dalam beberapa waktu terakhir, kondisi ekonomi global masih cukup dinamis. Pergerakan suku bunga di berbagai negara dan situasi pasar keuangan membuat banyak orang mulai menyadari pentingnya memiliki dana yang aman dan stabil.

Menyisihkan sebagian THR untuk simpanan bisa menjadi langkah sederhana namun berdampak besar bagi kesehatan finansial. Selain membantu menambah dana cadangan, kebiasaan ini juga melatih disiplin dalam mengelola uang.

Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah menempatkan sebagian dana pada instrumen simpanan yang lebih terencana seperti deposito.

Dengan menyimpan dana dalam deposito, kita bisa mendapatkan beberapa manfaat, seperti:

  • Dana tersimpan lebih aman

  • Mendapatkan imbal hasil yang lebih optimal

  • Menghindari godaan untuk menggunakan uang terlalu cepat

Produk Deposito Online dari Bank Sinarmas misalnya, menawarkan pilihan jangka waktu yang fleksibel mulai dari 1 bulan dengan imbal hasil yang kompetitif dibandingkan produk simpanan biasa.

Proses penempatannya juga praktis karena dapat dilakukan melalui kantor cabang maupun secara digital melalui aplikasi SimobiPlus, yang bisa kamu download di sini. Dengan cara ini, sebagian THR tetap bisa bekerja untuk masa depan, tanpa mengganggu kebahagiaan Lebaran saat ini.

Baca juga artikel menarik lainnya: Apa Saja Keuntungan Buka Deposito Online Bank Sinarmas? Cek Di sini Cara & Syarat Mudahnya

Dampak Jika THR Tidak Direncanakan

Tanpa pembagian yang jelas, kondisi yang sering terjadi setelah Lebaran adalah munculnya tekanan finansial yang tidak terduga. Bayangkan situasi di bawah ini.

Baru satu minggu setelah Lebaran, notifikasi saldo mulai membuat deg-degan. Pengeluaran terasa lebih besar dari yang direncanakan. Kita mulai menghitung hari menuju gaji berikutnya, bahkan terkadang harus menunda beberapa kebutuhan karena dana sudah menipis. Padahal sebenarnya kondisi ini bisa dihindari dengan sedikit strategi sejak awal.

Karena pada akhirnya, yang menentukan kesehatan finansial bukanlah seberapa besar uang yang kita terima, melainkan seberapa bijak kita mengelolanya.

Lebaran Tetap Bahagia, Keuangan Tetap Aman

Lebaran adalah momen kebersamaan yang penuh makna. Wajar jika kita ingin menikmati suasana tersebut dengan maksimal bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Namun kebahagiaan Lebaran akan terasa lebih tenang ketika kondisi finansial tetap terjaga. Dengan perencanaan sederhana seperti:

  • Memisahkan THR sejak awal

  • Menentukan prioritas pengeluaran

  • Menyisihkan sebagian untuk simpanan

  • Menghindari pengeluaran impulsif

Langkah-langkah sederhana di atas bisa membantu memastikan bahwa kebahagiaan Lebaran tidak berubah menjadi kekhawatiran setelahnya.

Date Create : 17/03/2026
Bagikan          
flb
logobsim
Kantor Pusat Sinar Mas Land Plaza
Jl. M.H Thamrin kav 51,
Menara 1, Lantai 1 & 2,
Jakarta 10350 - Indonesia
Bank Sinarmas CARE 1500153
(021) 501 88888 Media Sosial Kami facebook     instagram     twitter     tiktok     youtube    
PT. Bank Sinarmas Tbk. berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini

Link
Sinarmas Asset Management Terbaik Investasi Reksadana
Sinarmas Sekuritas Terbaik Online Trading Investasi Saham
Bank Nano Syariah


© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.