
Dalam dunia lari, istilah pace merupakan salah satu konsep paling penting yang wajib dipahami oleh setiap pelari, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman. Pace sering dijadikan tolok ukur untuk mengetahui seberapa cepat atau lambat seseorang berlari dalam jarak tertentu. Sayangnya, masih banyak pelari yang berlari hanya berdasarkan perasaan lelah atau kecepatan sesaat, tanpa benar-benar memahami pace yang mereka gunakan.
Padahal, mengetahui cara menghitung pace lari dapat membantu kamu berlatih dengan lebih terstruktur, menghindari cedera, serta mencapai target kebugaran maupun prestasi secara optimal. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu pace lari, mengapa penting, serta cara menghitung pace lari dengan mudah dan praktis.
Pace lari adalah waktu yang dibutuhkan untuk menempuh satu satuan jarak tertentu, biasanya dinyatakan dalam menit per kilometer (menit/km). Misalnya, jika kamu menempuh jarak 1 kilometer dalam waktu 6 menit, maka pace lari kamu adalah 6:00 menit/km.
Pace berbeda dengan kecepatan (speed). Kecepatan biasanya dinyatakan dalam kilometer per jam (km/jam), sedangkan pace lebih menekankan pada durasi waktu per jarak. Dalam dunia lari, pace lebih sering digunakan karena lebih mudah dipahami dan diaplikasikan dalam latihan.
Mengetahui pace lari bukan hanya soal angka, tetapi tentang bagaimana kamu memahami kemampuan tubuh sendiri. Berikut beberapa alasan mengapa pace lari sangat penting.
Pertama, pace membantu kamu mengatur intensitas latihan. Dengan pace yang tepat, kamu bisa menentukan kapan harus berlari santai, sedang, atau cepat sesuai tujuan latihan.
Kedua, pace membantu menghindari kelelahan berlebihan. Banyak pelari pemula berlari terlalu cepat di awal sehingga cepat kehabisan tenaga. Dengan memahami pace, kamu bisa menjaga stamina hingga akhir sesi lari.
Ketiga, pace memudahkan kamu menetapkan target yang realistis. Baik untuk lari 5K, 10K, hingga maraton, semua target biasanya dihitung berdasarkan pace.
Keempat, pace membantu mengevaluasi perkembangan latihan. Jika pace kamu semakin cepat dengan tingkat kelelahan yang sama, itu berarti performa kamu meningkat.
Secara sederhana, cara menghitung pace lari menggunakan rumus berikut:
Pace = Waktu Tempuh ÷ Jarak
Waktu biasanya dinyatakan dalam menit, dan jarak dalam kilometer. Hasilnya adalah pace dalam satuan menit per kilometer.
Misalnya:
Jarak lari: 5 km
Waktu tempuh: 30 menit
Maka:
30 menit ÷ 5 km = 6 menit/km
Artinya, pace lari kamu adalah 6:00 menit per kilometer. Jika waktu tempuh dinyatakan dalam jam dan menit, ubah dulu ke menit agar perhitungannya lebih mudah.
Terkadang waktu lari tidak bulat, misalnya 27 menit 30 detik. Dalam hal ini, kamu bisa mengonversi detik ke menit.
Contoh:
27 menit 30 detik = 27,5 menit
Jarak: 5 km
27,5 ÷ 5 = 5,5 menit/km, atau sekitar 5 menit 30 detik per kilometer.
Cara ini sangat membantu untuk mengetahui pace secara lebih akurat, terutama jika kamu sedang mengejar target waktu tertentu.
Jika kamu memiliki target lomba, kamu juga bisa menghitung pace dari target waktu yang diinginkan.
Contoh:
Kamu ingin menyelesaikan lari 10 km dalam 60 menit.
60 ÷ 10 = 6 menit/km
Artinya, kamu perlu menjaga pace sekitar 6 menit per kilometer dari awal hingga akhir agar target tercapai.
Dalam dunia lari, pace tidak hanya satu jenis. Setiap jenis latihan memiliki pace yang berbeda.
Easy pace adalah pace lari ringan yang memungkinkan kamu berbicara dengan nyaman saat berlari. Pace ini cocok untuk pemula dan pemulihan. Biasanya, easy pace berada sekitar 1–2 menit lebih lambat dari pace lomba.
Tempo pace adalah pace yang terasa menantang namun masih bisa dipertahankan dalam waktu cukup lama. Pace ini sering digunakan untuk meningkatkan daya tahan dan efisiensi lari. Biasanya, tempo pace hanya sedikit lebih lambat dari pace lomba 10 km.
Interval pace digunakan dalam latihan kecepatan. Pace ini lebih cepat dari pace lomba dan dilakukan dalam jarak pendek dengan jeda istirahat. Latihan interval membantu meningkatkan kecepatan dan kekuatan otot.
Race pace adalah pace target yang ingin kamu capai dalam perlombaan tertentu, misalnya pace 5K atau 10K. Mengetahui race pace membantu kamu menyusun strategi lari yang tepat saat lomba.
Jika kamu tidak memiliki jam lari atau aplikasi, kamu tetap bisa menghitung pace secara manual.
Caranya:
Tentukan jarak lari, misalnya lintasan 1 km atau 400 meter.
Catat waktu tempuh menggunakan stopwatch atau jam biasa.
Gunakan rumus waktu dibagi jarak.
Misalnya, jika kamu berlari 400 meter dalam 2 menit, maka pace per kilometer adalah sekitar 5 menit/km.
Saat ini, menghitung pace lari menjadi jauh lebih mudah dengan bantuan teknologi. Aplikasi lari dan jam pintar dapat mencatat jarak, waktu, dan pace secara otomatis.
Keuntungan menggunakan alat bantu:
Pace dapat dipantau secara real-time
Data latihan tersimpan rapi
Membantu analisis performa dari waktu ke waktu
Namun, penting untuk tetap memahami perhitungan dasar agar kamu tidak hanya bergantung pada alat.
Baca juga artikel menarik lainnya: 7 Cara Investasi Reksa Dana untuk Pemula Supaya Tidak Rugi
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:
Tidak mengonversi waktu ke satuan yang sama
Mengabaikan kondisi medan (tanjakan dan turunan)
Membandingkan pace latihan dengan pace lomba tanpa konteks
Terlalu memaksakan pace di luar kemampuan
Menghindari kesalahan ini akan membantu kamu mendapatkan data pace yang lebih akurat.
Agar pace tetap konsisten, kamu bisa:
Memulai lari dengan kecepatan ringan
Mengatur napas secara teratur
Fokus pada ritme langkah
Tidak terpancing berlari terlalu cepat di awal
Pace yang stabil biasanya menghasilkan performa yang lebih baik dibandingkan lari cepat di awal lalu kelelahan di akhir.
Cara menghitung pace lari sebenarnya sangat sederhana, yaitu membagi waktu tempuh dengan jarak lari. Namun, di balik perhitungan sederhana tersebut, pace memiliki peran besar dalam menentukan kualitas latihan dan hasil yang kamu capai.
Dengan memahami pace lari, kamu dapat berlatih lebih terarah, menetapkan target yang realistis, serta menjaga kondisi tubuh agar tetap aman dan bugar. Baik kamu pelari pemula maupun yang sudah berpengalaman, menguasai konsep pace adalah langkah penting untuk menjadi pelari yang lebih cerdas dan konsisten.
🏃♂️ Gaya hidup aktif butuh perencanaan yang sama cerdasnya dengan pengelolaan keuangan.
Sama seperti menghitung pace lari agar target tercapai, transaksi keuangan pun perlu solusi yang cepat, aman, dan efisien agar aktivitas harian tetap lancar.
💳 Dengan BI-FAST di SimobiPlus Bank Sinarmas, kamu bisa menikmati gratis transfer antarbank yang real-time, biaya terjangkau, dan proses yang praktis langsung dari genggaman. Mulai dari bayar biaya event lari, beli perlengkapan olahraga, hingga berbagi biaya latihan bersama komunitas, semua bisa dilakukan tanpa ribet.
📱 Satu aplikasi untuk berbagai kebutuhan finansialmu.
Cepat, aman, dan nyaman, mendukung gaya hidup aktif dan dinamis seperti kamu.
👉 Nikmati kemudahan transaksi sekarang juga melalui BI-FAST SimobiPlus di sini
👉Download juga SimobiPlus aplikasi mobile banking Bank Sinarmas melalui link berikut dan nikmati kemudahannya.
✨ Karena saat ritme lari sudah pas, urusan transaksi pun harus secepat langkahmu.
Date Create : 23/01/2026Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini
© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.