Memiliki rumah sendiri menjadi salah satu tujuan keuangan bagi banyak karyawan. Namun, harga properti yang terus berkembang membuat sebagian orang memilih Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebagai solusi untuk memiliki hunian tanpa harus menyediakan seluruh harga rumah sekaligus.
Meski begitu, mengajukan KPR tidak hanya soal menemukan rumah yang sesuai dan menyiapkan uang muka. Bank juga akan melakukan penilaian terhadap kondisi finansial calon debitur sebelum memberikan persetujuan kredit. Bagi karyawan, status pekerjaan, penghasilan, masa kerja, riwayat kredit, serta kemampuan membayar cicilan menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Karena itu, sebelum mengajukan KPR, ada baiknya kamu mempersiapkan kondisi keuangan dan dokumen dengan matang. Persiapan yang baik dapat membantu proses pengajuan berjalan lebih lancar.
Lantas, apa saja tips lolos pengajuan KPR untuk karyawan? Berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum mengajukan KPR adalah kestabilan penghasilan. Sebagai karyawan, penghasilan tetap dapat menjadi salah satu sumber informasi bagi bank dalam menilai kemampuan pembayaran cicilan.
Sebelum mengajukan KPR, pastikan kamu dapat menunjukkan bukti penghasilan yang valid, seperti slip gaji atau dokumen lain yang dipersyaratkan oleh bank.
Jika memiliki pendapatan tambahan, informasi tersebut juga dapat disampaikan apabila memang dapat dibuktikan dan diperhitungkan sesuai kebijakan bank.
Semakin jelas kondisi pendapatan yang dimiliki, semakin mudah bagi bank untuk melakukan penilaian terhadap kemampuan finansial calon debitur.
Masa kerja juga dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam pengajuan KPR. Bank dapat memiliki ketentuan yang berbeda mengenai lama seseorang bekerja atau status kepegawaiannya.
Karena itu, sebelum mengajukan KPR, pastikan kamu memahami persyaratan bank yang dipilih. Siapkan pula surat keterangan kerja atau dokumen lain yang menunjukkan status serta masa kerja apabila dibutuhkan.
Bagi karyawan yang baru pindah perusahaan, penting untuk mengetahui apakah masa kerja di perusahaan baru sudah memenuhi ketentuan pengajuan KPR.
Riwayat kredit menjadi salah satu bagian penting dalam proses pengajuan pinjaman. Bank dapat menggunakan informasi dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK untuk melihat riwayat pembiayaan seseorang.
Sebelum mengajukan KPR, kamu dapat melakukan pengecekan informasi debitur melalui layanan resmi OJK. Dengan begitu, kamu dapat mengetahui apakah terdapat kewajiban kredit yang perlu diperhatikan.
Jika memiliki tunggakan atau kewajiban yang belum diselesaikan, sebaiknya selesaikan terlebih dahulu sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku.
Menjaga riwayat pembayaran kredit tetap baik dapat membantu menunjukkan bahwa kamu memiliki kebiasaan pembayaran yang bertanggung jawab.
Jangan hanya melihat harga rumah ketika menentukan KPR. Kamu juga perlu menghitung apakah cicilan bulanannya sesuai dengan kemampuan keuangan.
Buat perhitungan berdasarkan penghasilan bersih setelah dikurangi kebutuhan rutin dan kewajiban lainnya. Jangan memaksakan cicilan yang terlalu besar hanya karena ingin mendapatkan rumah dengan harga lebih tinggi.
Idealnya, setelah membayar cicilan KPR, kamu masih memiliki cukup dana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menabung, membayar kewajiban lain, serta menghadapi kebutuhan tidak terduga.
Kemampuan membayar cicilan perlu dipertimbangkan secara realistis, terutama karena KPR merupakan komitmen finansial dalam jangka panjang.
Sebelum mengajukan KPR, coba evaluasi seluruh cicilan yang sedang berjalan. Misalnya, cicilan kendaraan, kartu kredit, pinjaman pribadi, atau fasilitas kredit lainnya.
Terlalu banyak kewajiban dapat memengaruhi kemampuan pembayaran dan penilaian bank terhadap kondisi finansial calon debitur.
Jika memungkinkan, kurangi atau selesaikan utang konsumtif terlebih dahulu sebelum mengajukan KPR. Dengan kewajiban yang lebih terkendali, ruang dalam anggaran bulanan juga dapat menjadi lebih lega.
Namun, jangan terburu-buru menggunakan seluruh tabungan untuk melunasi utang hingga tidak memiliki dana cadangan. Tetap pertahankan dana untuk kebutuhan darurat.
Banyak calon pembeli rumah hanya mempersiapkan uang muka, padahal proses pembelian rumah dapat melibatkan berbagai biaya lain.
Selain uang muka, pertimbangkan biaya administrasi, appraisal, notaris, asuransi, pajak, dan biaya lain sesuai jenis transaksi serta kebijakan bank.
Besarnya biaya dapat berbeda-beda, sehingga sebaiknya tanyakan secara rinci kepada bank dan pihak terkait sebelum mengambil keputusan.
Dengan menyiapkan dana sejak awal, kamu dapat mengurangi risiko kekurangan uang ketika proses KPR sudah berjalan.
Keinginan memiliki rumah yang besar dan nyaman tentu wajar. Namun, jangan sampai pilihan rumah justru membuat kondisi keuangan menjadi terlalu berat.
Sebelum menentukan properti, sesuaikan harga rumah dengan penghasilan dan kemampuan membayar cicilan. Pertimbangkan pula biaya setelah memiliki rumah, seperti listrik, air, iuran lingkungan, perawatan, renovasi, dan kebutuhan rumah tangga.
Rumah yang terlihat terjangkau dari sisi cicilan belum tentu benar-benar murah jika membutuhkan biaya pemeliharaan yang besar.
Karena itu, pertimbangkan total biaya kepemilikan rumah, bukan hanya cicilan KPR.
Dokumen yang tidak lengkap dapat membuat proses pengajuan menjadi lebih lama. Karena itu, siapkan seluruh dokumen sesuai persyaratan bank.
Dokumen yang umumnya dapat diminta antara lain KTP, Kartu Keluarga, NPWP apabila dipersyaratkan, slip gaji, rekening koran atau mutasi rekening, serta surat keterangan kerja.
Untuk karyawan yang sudah menikah, dokumen pasangan juga dapat diperlukan sesuai ketentuan.
Setiap bank memiliki persyaratan yang dapat berbeda. Jadi, pastikan mengecek daftar dokumen terbaru sebelum mengajukan KPR.
Dalam proses pengajuan kredit, berikan informasi yang sebenarnya. Jangan mencoba meningkatkan jumlah penghasilan, menyembunyikan utang, atau memalsukan dokumen agar terlihat memenuhi persyaratan.
Bank akan melakukan proses verifikasi terhadap informasi yang diberikan. Ketidaksesuaian data dapat menghambat proses pengajuan dan menimbulkan masalah lainnya.
Lebih baik menyampaikan kondisi keuangan secara transparan dan memilih skema KPR yang memang sesuai dengan kemampuan.
Bagi karyawan, rekening payroll dapat menjadi salah satu sumber informasi mengenai penerimaan gaji dan aktivitas keuangan. Karena itu, menjaga pengelolaan rekening secara baik dapat membantu menunjukkan pola pemasukan yang jelas.
Usahakan pengeluaran tidak jauh melebihi pemasukan secara konsisten. Jika memiliki banyak transaksi, pastikan kamu memahami pola pengeluaran sendiri agar lebih mudah mengontrol keuangan.
Hal yang paling penting bukan sekadar memiliki saldo besar sesaat, tetapi memiliki kondisi arus kas yang sehat dan dapat mendukung kewajiban KPR dalam jangka panjang.
Jika sedang mempersiapkan KPR, hindari mengambil banyak fasilitas kredit baru dalam waktu yang berdekatan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap kondisi keuangan.
Setiap tambahan cicilan akan menambah kewajiban bulanan. Hal ini dapat mengurangi ruang finansial yang tersedia untuk membayar KPR.
Sebelum mengambil kredit baru, tanyakan kembali apakah kebutuhan tersebut benar-benar penting dan apakah cicilannya masih sesuai dengan kemampuan.
Setiap bank dapat menawarkan skema KPR dengan karakteristik yang berbeda. Ada berbagai hal yang perlu diperhatikan, seperti suku bunga, tenor, biaya, persyaratan, serta ketentuan pembayaran.
Jangan hanya memilih berdasarkan cicilan awal yang terlihat ringan. Pahami pula bagaimana mekanisme suku bunga selama masa kredit dan potensi perubahan cicilan sesuai ketentuan produk.
Dengan memahami seluruh ketentuan sejak awal, kamu dapat membuat keputusan berdasarkan kemampuan finansial dan rencana jangka panjang.
Tenor atau jangka waktu kredit juga berpengaruh terhadap cicilan bulanan dan total biaya yang perlu dibayarkan.
Tenor yang lebih panjang biasanya dapat membuat cicilan bulanan menjadi lebih ringan, tetapi periode pembayaran menjadi lebih lama. Sebaliknya, tenor yang lebih pendek dapat meningkatkan cicilan bulanan, tetapi kewajiban dapat selesai lebih cepat.
Tidak ada tenor yang otomatis paling tepat untuk semua orang. Pilih berdasarkan kemampuan finansial, usia, rencana keluarga, dan tujuan keuangan.
KPR merupakan komitmen finansial jangka panjang. Karena itu, jangan terburu-buru mengajukan hanya karena menemukan rumah yang disukai.
Pastikan kondisi keuangan sudah cukup siap, mulai dari penghasilan, uang muka, dana darurat, cicilan berjalan, hingga biaya-biaya tambahan.
Jika setelah dihitung cicilan terasa terlalu berat, pertimbangkan untuk mencari rumah dengan harga yang lebih sesuai atau menambah persiapan dana terlebih dahulu.
Menunda pengajuan untuk memperbaiki kondisi keuangan dapat menjadi bagian dari perencanaan yang lebih matang.
Memiliki rumah melalui KPR bukan berarti seluruh penghasilan harus dialokasikan untuk cicilan. Kamu tetap membutuhkan dana darurat untuk menghadapi kondisi yang tidak terduga.
Misalnya, terjadi kehilangan pekerjaan, kebutuhan kesehatan, perbaikan rumah, atau pengeluaran mendadak lainnya. Dana darurat dapat memberikan ruang agar kebutuhan tersebut tidak langsung mengganggu pembayaran cicilan.
Karena KPR berlangsung dalam jangka panjang, kemampuan mempertahankan pembayaran secara konsisten perlu menjadi perhatian sejak awal.
Jika kini kamu sedang merencanakan pembelian rumah, salah satu langkah penting adalah mencari informasi mengenai pilihan KPR yang tersedia. Bank Sinarmas menyediakan informasi dan layanan KPR yang dapat menjadi salah satu referensi dalam merencanakan kepemilikan rumah.
👉 Kamu dapat mempelajari informasi mengenai program dan ketentuan KPR Bank Sinarmas di sini
Sebelum mengajukan, pastikan kamu memahami persyaratan, biaya, suku bunga, tenor, serta kemampuan pembayaran agar keputusan yang diambil sesuai dengan kondisi finansial.
👉 Yuk, download SimobiPlus dan rasakan kemudahan mengelola kebutuhan perbankan kapan saja dan di mana saja di sini!
✨ Butuh informasi layanan perbankan lainnya? Kunjungi juga halaman layanan resmi Bank Sinarmas berikut.
Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini
© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.