ARTIKEL

Kelola Kekayaan Lewat Wealth Management, Mulai dari Mana?

Kelola Kekayaan Lewat Wealth Management, Mulai dari Mana?

Memiliki penghasilan yang terus bertumbuh dan aset yang semakin banyak tentu menjadi pencapaian yang membanggakan. Namun, semakin besar kekayaan yang dimiliki, semakin besar pula tanggung jawab untuk mengelolanya dengan baik. Bukan hanya tentang bagaimana mendapatkan lebih banyak uang, tetapi juga bagaimana menjaga, mengembangkan, dan memanfaatkannya untuk mencapai tujuan keuangan dalam jangka panjang.

Di sinilah wealth management dapat menjadi bagian penting dalam strategi pengelolaan kekayaan. Wealth management bukan sekadar memilih produk investasi atau menabung sebanyak mungkin. Konsep ini mencakup pendekatan yang lebih menyeluruh untuk mengelola berbagai aspek keuangan, mulai dari aset, investasi, perlindungan, perencanaan pajak, hingga persiapan kebutuhan masa depan.

Bagi sebagian orang, istilah wealth management mungkin terdengar seperti sesuatu yang hanya diperuntukkan bagi individu dengan kekayaan dalam jumlah sangat besar. Padahal, inti dari wealth management adalah memiliki strategi yang terencana agar kekayaan yang telah dibangun dapat dikelola sesuai tujuan dan profil keuangan seseorang.

Lantas, jika ingin mulai mengelola kekayaan melalui wealth management, harus mulai dari mana?

Mengenal Apa Itu Wealth Management?

Secara sederhana, wealth management adalah pendekatan menyeluruh dalam mengelola kekayaan seseorang atau keluarga. Tujuannya bukan hanya meningkatkan nilai aset, tetapi juga memastikan kekayaan tersebut dapat dikelola secara optimal sesuai kebutuhan, tujuan, dan rencana kehidupan.

Dalam praktiknya, wealth management dapat mencakup berbagai aspek. Misalnya, mengelola portofolio investasi, menyusun perencanaan keuangan, melindungi aset melalui asuransi, mempersiapkan dana pendidikan, merencanakan pensiun, hingga mempersiapkan transfer kekayaan kepada generasi berikutnya.

Karena kebutuhan setiap orang berbeda, strategi wealth management sebaiknya tidak dibuat berdasarkan tren atau sekadar mengikuti pilihan orang lain. Kondisi keuangan, tujuan, toleransi terhadap risiko, serta jangka waktu yang dimiliki perlu menjadi pertimbangan utama.

Mengapa Wealth Management Penting?

Ketika jumlah aset dan sumber kekayaan semakin beragam, mengelolanya tanpa strategi yang jelas dapat menjadi lebih kompleks. Seseorang mungkin memiliki tabungan, deposito, properti, saham, obligasi, reksa dana, bisnis, maupun aset lainnya secara bersamaan.

Tanpa perencanaan, aset tersebut belum tentu bekerja secara optimal untuk mencapai tujuan keuangan. Bahkan, terlalu banyak menempatkan kekayaan pada satu jenis aset dapat meningkatkan risiko tertentu.

Wealth management membantu melihat kondisi keuangan secara lebih menyeluruh. Dengan pendekatan ini, keputusan mengenai investasi, perlindungan, likuiditas, dan kebutuhan masa depan dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari satu strategi, bukan keputusan yang berdiri sendiri.

1. Langkah Pertama: Kenali Kondisi Kekayaan Saat Ini

Sebelum menentukan strategi, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui posisi keuangan secara menyeluruh.

Mulailah dengan mencatat aset yang dimiliki, seperti tabungan, deposito, investasi, properti, kendaraan, maupun kepemilikan bisnis. Setelah itu, catat pula kewajiban yang masih harus dibayarkan, seperti pinjaman atau cicilan.

Dari sini, kamu dapat memperoleh gambaran mengenai net worth atau kekayaan bersih, yaitu nilai aset setelah dikurangi dengan kewajiban.

Langkah ini terlihat sederhana, tetapi sangat penting. Tanpa mengetahui posisi keuangan saat ini, akan sulit menentukan strategi yang tepat untuk mengembangkan kekayaan di masa depan.

2. Tentukan Tujuan Keuangan

Wealth management sebaiknya selalu berangkat dari tujuan yang jelas. Jangan hanya berpikir, “Saya ingin aset semakin banyak.” Tentukan alasan di balik tujuan tersebut.

Apakah kekayaan ingin digunakan untuk mempersiapkan masa pensiun? Membiayai pendidikan anak? Membeli properti? Mengembangkan bisnis? Menjaga kualitas hidup keluarga? Atau mempersiapkan warisan untuk generasi berikutnya?

Setiap tujuan memiliki kebutuhan dana dan jangka waktu yang berbeda. Tujuan jangka pendek tentu membutuhkan strategi yang berbeda dengan tujuan jangka panjang.

Dengan menetapkan tujuan, kamu dapat menentukan prioritas sekaligus memilih strategi pengelolaan aset yang lebih sesuai.

3. Kenali Profil Risiko

Setiap orang memiliki tingkat toleransi risiko yang berbeda. Ada yang merasa nyaman menghadapi fluktuasi investasi demi potensi pertumbuhan yang lebih tinggi, sementara orang lain lebih mengutamakan kestabilan aset. Karena itu, memahami profil risiko merupakan bagian penting dalam wealth management.

Jangan memilih instrumen investasi hanya karena sedang populer atau memberikan imbal hasil yang terlihat menarik. Pertimbangkan apakah tingkat risiko produk tersebut sesuai dengan kemampuan dan tujuan finansial.

Profil risiko juga dapat berubah seiring waktu. Perubahan usia, pendapatan, tanggungan keluarga, tujuan keuangan, atau kondisi ekonomi dapat memengaruhi strategi yang sebelumnya digunakan.

4. Susun Portofolio secara Terdiversifikasi

Setelah memahami tujuan dan profil risiko, langkah berikutnya adalah menyusun portofolio aset.

Diversifikasi dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis aset. Artinya, kekayaan tidak harus ditempatkan seluruhnya pada satu instrumen.

Misalnya, sebagian aset dapat dialokasikan untuk kebutuhan likuiditas, sebagian untuk investasi jangka menengah, dan sebagian lainnya untuk tujuan jangka panjang. Bentuk dan proporsinya tentu perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Diversifikasi bukan berarti menghilangkan seluruh risiko. Namun, strategi ini dapat membantu mengelola risiko dengan tidak menempatkan seluruh kekayaan pada satu pilihan.

5. Jangan Lupakan Dana Likuid dan Dana Darurat

Dalam mengelola kekayaan, jangan sampai seluruh aset ditempatkan pada instrumen yang sulit dicairkan. Kebutuhan sehari-hari dan kondisi darurat tetap membutuhkan dana yang mudah diakses. Karena itu, penting untuk menyediakan dana likuid yang dapat digunakan ketika dibutuhkan.

Dana darurat juga perlu menjadi bagian dari perencanaan. Tujuannya adalah memberikan perlindungan ketika muncul pengeluaran tidak terduga sehingga kamu tidak harus menjual aset investasi pada waktu yang kurang tepat atau mengambil utang baru.

6. Lindungi Kekayaan yang Sudah Dibangun

Mengembangkan kekayaan merupakan satu hal, sedangkan mempertahankannya merupakan hal lain. Karena itu, aspek perlindungan tidak boleh diabaikan dalam wealth management. Perlindungan dapat mencakup asuransi kesehatan, asuransi jiwa, maupun perlindungan terhadap aset tertentu sesuai kebutuhan.

Bayangkan jika seseorang sudah membangun aset selama bertahun-tahun, tetapi kemudian menghadapi risiko besar yang menyebabkan kondisi finansial terganggu. Tanpa perlindungan yang memadai, aset yang sudah dibangun dapat ikut tergerus.

Karena itu, strategi wealth management idealnya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan aset, tetapi juga bagaimana melindungi kekayaan dari berbagai risiko.

7. Persiapkan Masa Depan dan Transfer Kekayaan

Wealth management juga berkaitan dengan kebutuhan jangka panjang, termasuk persiapan pensiun dan perencanaan transfer kekayaan.

Jika memiliki aset yang cukup besar, penting untuk memikirkan bagaimana kekayaan tersebut akan dikelola dan diteruskan kepada keluarga atau generasi berikutnya.

Perencanaan yang dilakukan sejak awal dapat membantu mengurangi potensi masalah di kemudian hari. Dalam hal yang berkaitan dengan hukum, pajak, dan warisan, konsultasi dengan profesional yang memiliki kompetensi di bidang terkait juga dapat dipertimbangkan.

8. Lakukan Review Secara Berkala

Kondisi keuangan tidak selalu sama. Pendapatan dapat berubah, nilai aset dapat mengalami kenaikan atau penurunan, tujuan hidup dapat berganti, dan kebutuhan keluarga juga dapat berkembang. Karena itu, strategi wealth management tidak seharusnya dibuat sekali kemudian dibiarkan begitu saja.

Lakukan evaluasi secara berkala untuk melihat apakah alokasi aset masih sesuai dengan tujuan dan profil risiko. Jika terdapat perubahan besar dalam kehidupan, strategi pengelolaan kekayaan juga mungkin perlu disesuaikan. Dengan melakukan review secara rutin, kamu dapat memastikan strategi yang digunakan tetap relevan dengan kondisi terbaru.

Kapan Sebaiknya Mulai Menggunakan Wealth Management?

Tidak ada satu angka kekayaan tertentu yang menjadi patokan mutlak untuk mulai memikirkan pengelolaan kekayaan secara lebih terstruktur. Hal yang lebih penting adalah kompleksitas kondisi keuangan dan tujuan yang ingin dicapai.

Ketika seseorang mulai memiliki beberapa jenis aset, berbagai sumber pendapatan, kebutuhan keluarga yang semakin kompleks, atau tujuan finansial jangka panjang yang membutuhkan perencanaan khusus, pendekatan wealth management dapat menjadi semakin relevan.

Semakin awal perencanaan dilakukan, semakin banyak waktu yang tersedia untuk membangun dan mengembangkan strategi keuangan.

Wealth Management Bukan Sekadar Mengejar Keuntungan

Salah satu hal yang penting dipahami adalah bahwa wealth management bukan semata-mata tentang mencari investasi dengan keuntungan paling tinggi.

Pengelolaan kekayaan yang baik perlu mempertimbangkan keseimbangan antara pertumbuhan aset, risiko, likuiditas, perlindungan, dan tujuan finansial.

Misalnya, seseorang mungkin memiliki investasi dengan potensi keuntungan tinggi, tetapi jika seluruh kekayaannya ditempatkan di sana tanpa mempertimbangkan kebutuhan likuiditas dan risiko, strategi tersebut belum tentu sesuai.

Karena itu, keputusan finansial sebaiknya tidak hanya bertanya, “Berapa besar keuntungan yang bisa diperoleh?” tetapi juga, “Apakah strategi ini sesuai dengan tujuan dan kemampuan saya menghadapi risikonya?”

Pertimbangkan Bantuan Wealth Management Profesional

Mengelola kekayaan secara mandiri tentu dapat dilakukan, terutama untuk kebutuhan yang masih sederhana. Namun, ketika aset dan kebutuhan finansial semakin kompleks, mendapatkan perspektif dari tenaga profesional dapat membantu.

Layanan wealth management umumnya berupaya memahami kondisi dan tujuan nasabah terlebih dahulu sebelum menyusun strategi. Pendekatan seperti ini memungkinkan pengelolaan kekayaan menjadi lebih terarah dan tidak sekadar berfokus pada satu produk finansial.

Bagi nasabah dengan kebutuhan pengelolaan kekayaan yang lebih kompleks, layanan Bank Sinarmas Prioritas dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan pendekatan pengelolaan kekayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan.

✨ Informasi lebih lanjut mengenai layanan Bank Sinarmas Prioritas dapat kamu lihat melalui Bank Sinarmas Prioritas.

Mengelola kekayaan melalui wealth management bukan hanya tentang bagaimana membuat aset bertambah, tetapi juga bagaimana memastikan kekayaan dapat memberikan manfaat secara optimal untuk kehidupan saat ini dan masa depan.

👉 Yuk, buka rekening secara online melalui SimobiPlus dan nikmati kemudahan perbankan kapan saja dan di mana saja di sini.

✨ Butuh informasi layanan perbankan lainnya? Kunjungi juga halaman layanan resmi Bank Sinarmas berikut.

Date Create : 25/09/2026
Bagikan          
flb
logobsim
Kantor Pusat Sinar Mas Land Plaza
Jl. M.H Thamrin kav 51,
Menara 1, Lantai 1 & 2,
Jakarta 10350 - Indonesia
Bank Sinarmas CARE 1500153
(021) 501 88888 Media Sosial Kami facebook     instagram     twitter     tiktok     youtube    
PT. Bank Sinarmas Tbk. berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini

Link
Sinarmas Asset Management Terbaik Investasi Reksadana
Sinarmas Sekuritas Terbaik Online Trading Investasi Saham
Bank Nano Syariah


© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.