
Banyak orang tua kaget saat mengetahui bahwa kepesertaan BPJS anak mereka tiba-tiba nonaktif setelah berusia 21 tahun. Hal ini bukanlah kesalahan sistem, melainkan aturan resmi dari BPJS Kesehatan. Anak yang sebelumnya menjadi tanggungan orang tua akan otomatis keluar dari kepesertaan keluarga ketika menginjak usia dewasa.
Namun, kabar baiknya, status BPJS tersebut bisa diaktifkan kembali dengan mudah, baik secara daring melalui layanan resmi, maupun secara langsung di kantor BPJS Kesehatan. Dengan begitu, anak tetap terlindungi dari berbagai risiko kesehatan yang tidak bisa diprediksi.
Agar proses aktivasi berjalan lancar, pastikan semua dokumen yang diperlukan sudah tersedia:
KTP anak sebagai identitas utama.
Kartu Keluarga (KK) untuk memastikan hubungan keluarga.
Nomor rekening aktif sebagai metode pembayaran iuran bila beralih ke peserta mandiri.
Semua dokumen tersebut bisa difoto atau dipindai untuk keperluan aktivasi daring, atau dibawa langsung ke kantor BPJS jika kamu memilih layanan tatap muka.
Salah satu cara paling praktis adalah lewat layanan WhatsApp PANDAWA. Berikut langkah-langkahnya:
Simpan nomor 08118750400 dengan nama PANDAWA di ponselmu untuk mengakses layanan administrasi BPJS lewat WhatsApp.
Kirim pesan “Hi Chika” ke nomor tersebut, lalu tunggu balasan berisi menu layanan.
Balas dengan mengetik angka 6 untuk memilih layanan PANDAWA.
Pilih provinsi domisili dengan mengetik angka sesuai daftar, lalu lanjutkan dengan memilih kabupaten/kota tempat tinggalmu.
Kamu akan menerima nomor layanan baru dari BPJS Kesehatan. Kirim pesan “PANDAWA” ke nomor baru tersebut.
Sistem akan mengirimkan link formulir online. Isi sesuai instruksi, lalu klik “Berikutnya”.
Pilih menu “Pengaktifan Kembali Kartu”, kemudian ikuti langkah hingga alasan pengaktifan dan klik “Kirim”.
Masukkan NIK KTP atau nomor Kartu BPJS Kesehatan, lalu pilih jenis kepesertaan yang ingin diaktifkan.
Sistem akan mengirimkan daftar dokumen yang perlu disiapkan, seperti:
Foto selfie dengan KTP
Foto KTP
Foto KK
Foto buku rekening
Kirim semua dokumen tersebut dan ketik “Selesai”.
Setelah itu, BPJS akan memberikan formulir online lanjutan beserta nomor tiket. Isi sesuai data, termasuk informasi faskes, lalu setujui pernyataan dengan memberi centang pada kolom “Setuju”, lalu klik “Kirim”.
Ketik “Selesai” di WhatsApp setelah semua data terisi.
BPJS akan menanyakan kelas kepesertaan yang diinginkan, pilih sesuai kebutuhanmu.
Kamu akan menerima informasi mengenai kanal pembayaran iuran pertama. Setelah pembayaran dilakukan, status kepesertaan akan kembali aktif.
Layanan ini memudahkan keluarga agar tidak perlu antre di kantor BPJS. Tapi perlu diingat, jangan pernah klik link mencurigakan atau mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak resmi karena BPJS tidak pernah meminta hal tersebut.
Kesehatan adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Untuk itu, anak yang berusia 21 tahun pun tetap perlu perlindungan kesehatan karena alasan berikut:
Mengurangi Risiko Biaya Tak Terduga
Biaya medis bisa sangat tinggi, terutama untuk tindakan darurat atau penyakit serius. Dengan BPJS, beban biaya kesehatan bisa ditanggung sistem, sehingga keuangan keluarga tetap stabil.
Akses ke Fasilitas Kesehatan yang Luas
BPJS Kesehatan bekerja sama dengan berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia. Anak yang sudah dewasa tetap bisa berobat dengan mudah, tanpa khawatir soal biaya.
Kepastian Perlindungan Jangka Panjang
Meskipun sudah dewasa, anak tetap membutuhkan jaminan kesehatan, apalagi di masa transisi saat baru mulai bekerja atau kuliah. Dengan BPJS, mereka bisa lebih fokus pada masa depan tanpa dihantui kekhawatiran biaya medis.
Kewajiban Hukum dan Sosial
Di Indonesia, BPJS Kesehatan adalah program wajib. Mengaktifkannya kembali berarti ikut mendukung sistem jaminan sosial nasional, sekaligus memenuhi kewajiban sebagai warga negara.
Meski prosesnya relatif sederhana, ada beberapa tantangan yang sering dihadapi. Misalnya, dokumen yang kurang lengkap, antrean panjang di kantor BPJS, atau gangguan teknis saat menggunakan layanan daring. Karena itu, penting untuk memastikan semua syarat dipenuhi sejak awal agar proses berjalan mulus.
Selain itu, anak yang baru berusia 21 tahun biasanya belum terbiasa mengurus administrasi mandiri. Di sini peran orang tua untuk mendampingi tetap penting, meski tanggung jawab ke depan akan sepenuhnya berada di tangan anak tersebut.
Yang terpenting, siapkan dokumen sejak awal, pastikan data sesuai, dan pahami pentingnya BPJS bukan hanya sebagai kartu layanan, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan jangka panjang.
Pembayaran iuran BPJS Kesehatan kini bisa dilakukan tanpa harus datang dan mengantri di kantor, kamu dapat memanfaatkan aplikasi mobile banking SimobiPlus dari Bank Sinarmas.
Dengan menggunakan SimobiPlus, pembayaran BPJS Kesehatan dapat dilakukan dengan cepat, aman, serta praktis kapan saja dan di mana saja. Kini, kamu tak perlu lagi khawatir akan keterlambatan bayar BPJS Kesehatan karena semuanya bisa diakses dalam genggaman tangan.
Ayo, download SimobiPlus sekarang juga di sini dan nikmati kemudahan bayar tagihan yang #SenyamanItu!
Date Create : 22/09/2025Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini
© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.