ARTIKEL

Mengenal 7 Money Personality dan Cara Mengelola Keuangan Sesuai Karaktermu

Mengenal 7 Money Personality dan Cara Mengelola Keuangan Sesuai Karaktermu

Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam memperlakukan uang. Ada yang selalu membuat anggaran sebelum berbelanja, ada yang merasa harus menikmati hasil kerja dengan membeli barang yang diinginkan, ada pula yang sangat berhati-hati hingga sulit mengeluarkan uang meskipun untuk kebutuhan penting.

Perbedaan kebiasaan tersebut ternyata dapat menggambarkan money personality atau kepribadian seseorang dalam mengelola uang. Mengenali money personality bisa menjadi langkah awal untuk memahami kebiasaan finansial, termasuk bagaimana seseorang mendapatkan, membelanjakan, menabung, dan menggunakan uang untuk mencapai tujuan hidup.

Menariknya, tidak ada money personality yang sepenuhnya baik atau buruk. Setiap karakter memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang terpenting adalah mengetahui kecenderungan diri sendiri sehingga dapat mengelola keuangan dengan lebih bijak.

Lantas, apa saja jenis money personality? Berikut 7 karakter yang perlu kamu ketahui.

Apa Itu Money Personality?

Money personality adalah kecenderungan atau karakter seseorang dalam memandang dan memperlakukan uang. Kepribadian ini dapat memengaruhi berbagai keputusan finansial, mulai dari kebiasaan belanja, menabung, berinvestasi, hingga cara seseorang mengambil keputusan ketika memiliki uang.

Money personality dapat terbentuk dari berbagai faktor. Misalnya, pengalaman masa kecil, kondisi ekonomi keluarga, lingkungan sosial, kebiasaan, tingkat literasi keuangan, hingga pengalaman seseorang ketika menghadapi masalah finansial.

Karena itu, dua orang dengan penghasilan yang sama belum tentu memiliki kebiasaan keuangan yang sama. Salah satunya mungkin rajin menabung, sementara yang lain lebih senang menggunakan uang untuk pengalaman dan gaya hidup.

Dengan mengenali money personality, kamu bisa mengetahui pola tersebut dan menggunakannya sebagai bahan evaluasi untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.

1. The Saver – Si Paling Suka Menabung

Money personality pertama adalah the saver atau tipe yang gemar menabung. Orang dengan karakter ini biasanya merasa lebih aman ketika memiliki dana yang tersimpan dan cenderung memikirkan masa depan sebelum mengeluarkan uang.

The saver umumnya cukup disiplin dalam menyisihkan penghasilan. Mereka mungkin memiliki target tabungan, dana darurat, atau rekening khusus untuk tujuan tertentu.

Kelebihan karakter ini adalah kemampuan dalam mengontrol pengeluaran dan mempersiapkan kebutuhan di masa mendatang. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, kebiasaan menabung juga dapat membuat seseorang terlalu takut menggunakan uang.

Misalnya, seseorang memiliki tabungan yang cukup tetapi terus menunda membeli sesuatu yang memang dibutuhkan karena merasa sayang mengeluarkan uang.

Karena itu, the saver perlu memahami bahwa mengelola keuangan bukan hanya tentang menyimpan uang, tetapi juga menggunakannya secara tepat sesuai kebutuhan dan tujuan.

2. The Spender – Si Paling Suka Belanja

Kebalikan dari the saver, the spender cenderung menikmati aktivitas membelanjakan uang. Bagi tipe ini, uang bukan hanya alat untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga sarana untuk mendapatkan kenyamanan, pengalaman, atau kebahagiaan.

The spender biasanya tidak terlalu sulit mengeluarkan uang untuk membeli sesuatu yang diinginkan. Mereka juga dapat lebih mudah tergoda oleh promo, diskon, atau tren terbaru.

Sisi positifnya, karakter ini biasanya tidak terlalu takut menggunakan uang untuk menikmati hasil kerja. Mereka dapat menghargai pengalaman dan kebutuhan personal.

Namun, tantangannya adalah menjaga agar pengeluaran tidak melebihi kemampuan finansial. Tanpa perencanaan, kebiasaan belanja impulsif dapat membuat anggaran bulanan berantakan.

Jika kamu memiliki karakter ini, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membuat batas pengeluaran untuk kebutuhan hiburan dan gaya hidup. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati hasil kerja tanpa mengorbankan tujuan finansial jangka panjang.

3. The Investor – Si Paling Suka Mengembangkan Uang

The investor memiliki ketertarikan untuk membuat uang yang dimiliki berkembang. Selain menyimpan uang, mereka juga memikirkan bagaimana aset yang dimiliki dapat memberikan potensi keuntungan di masa depan.

Tipe ini biasanya tertarik mempelajari berbagai instrumen investasi, seperti deposito, reksa dana, obligasi, saham, atau instrumen lainnya.

Kelebihan the investor adalah memiliki orientasi jangka panjang dan tidak hanya mengandalkan pendapatan aktif. Namun, karakter ini juga perlu berhati-hati agar tidak terlalu fokus mengejar keuntungan.

Sebelum berinvestasi, penting untuk memahami profil risiko, tujuan investasi, jangka waktu, serta karakteristik produk yang dipilih. Jangan sampai keinginan mendapatkan keuntungan membuat seseorang mengambil risiko yang tidak sesuai dengan kemampuan finansialnya.

4. The Debtor – Si Paling Sering Berutang

Money personality berikutnya adalah the debtor. Tipe ini cenderung lebih nyaman menggunakan fasilitas kredit atau berutang untuk memenuhi kebutuhan tertentu.

Utang sebenarnya tidak selalu buruk. Dalam kondisi tertentu, utang dapat digunakan untuk membantu mencapai tujuan finansial, misalnya membeli rumah melalui KPR atau membiayai kebutuhan produktif.

Masalah dapat muncul ketika utang digunakan secara berlebihan untuk memenuhi keinginan konsumtif dan tidak diimbangi kemampuan membayar.

Karena itu, jika kamu memiliki kecenderungan sebagai the debtor, penting untuk membedakan antara utang produktif dan konsumtif. Pastikan cicilan tetap berada dalam batas yang mampu ditanggung dan jangan mengabaikan kewajiban pembayaran.

5. The Risk-Taker – Si Paling Berani Mengambil Risiko

The risk-taker merupakan tipe yang relatif berani mengambil keputusan finansial dengan tingkat risiko lebih tinggi. Mereka biasanya tidak terlalu takut menghadapi ketidakpastian selama melihat adanya peluang mendapatkan hasil yang lebih besar.

Karakter seperti ini dapat menjadi kelebihan ketika seseorang ingin mengembangkan aset atau mencoba peluang baru. Namun, keberanian mengambil risiko tetap perlu disertai perhitungan yang matang.

Jangan sampai keputusan finansial hanya didasarkan pada tren, rekomendasi orang lain, atau iming-iming keuntungan tinggi. Sebelum mengambil keputusan, pertimbangkan kemungkinan kerugian, kemampuan finansial, serta apakah risiko tersebut sesuai dengan tujuan dan profil keuanganmu.

6. The Avoider – Si Paling Menghindari Urusan Keuangan

Tidak semua orang nyaman membicarakan atau mengurus masalah keuangan. The avoider adalah tipe yang cenderung menghindari aktivitas yang berkaitan dengan uang.

Misalnya, malas mengecek saldo, tidak rutin mencatat pengeluaran, menunda pembayaran tagihan, atau merasa pusing ketika harus membuat anggaran.

Kebiasaan tersebut mungkin terasa nyaman dalam jangka pendek, tetapi dapat menimbulkan masalah jika berlangsung terus-menerus. Seseorang bisa kehilangan kendali terhadap kondisi keuangannya karena tidak mengetahui ke mana uang digunakan.

Jika memiliki karakter avoider, kamu tidak harus langsung membuat perencanaan keuangan yang rumit. Mulailah dari langkah sederhana, seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran, mengecek tagihan, serta menetapkan satu tujuan finansial yang ingin dicapai.

7. The Money Monk – Si Paling Tidak Terlalu Memprioritaskan Uang

Money personality terakhir adalah the money monk. Tipe ini cenderung memiliki pandangan bahwa uang bukanlah ukuran utama kebahagiaan atau kesuksesan.

Mereka biasanya tidak terlalu tertarik mengejar kekayaan dan lebih mengutamakan hal-hal lain dalam hidup, seperti waktu bersama keluarga, pengalaman, pekerjaan yang bermakna, atau kehidupan yang sederhana.

Sisi positifnya, karakter ini dapat membantu seseorang tidak terlalu terobsesi dengan uang. Namun, tetap penting untuk memiliki perencanaan finansial yang memadai.

Bagaimanapun, kebutuhan hidup tetap membutuhkan biaya. Karena itu, meskipun uang bukan prioritas utama, tetap perlu menyiapkan dana darurat, memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta merencanakan kebutuhan jangka panjang.

Mengapa Penting Untuk Mengenali Money Personality?

Mengenali money personality bukan bertujuan untuk memberikan label pada diri sendiri. Sebaliknya, konsep ini dapat digunakan sebagai alat untuk memahami kebiasaan finansial.

Misalnya, jika kamu termasuk the spender, kamu bisa mulai mengevaluasi kebiasaan belanja. Jika termasuk the saver, kamu dapat belajar menyeimbangkan antara menabung dan menikmati hasil kerja. Sementara itu, jika termasuk the avoider, kamu bisa mulai membangun kebiasaan sederhana untuk lebih peduli terhadap kondisi keuangan.

Dengan memahami kecenderungan tersebut, kamu dapat mengetahui bagian mana yang perlu dipertahankan dan bagian mana yang perlu diperbaiki.

Apakah Seseorang Hanya Memiliki Satu Money Personality?

Tidak selalu. Seseorang dapat memiliki kombinasi beberapa money personality sekaligus. Bahkan, kecenderungan tersebut bisa berubah seiring waktu dan pengalaman hidup.

Contohnya, seseorang mungkin merupakan the saver ketika masih lajang, tetapi setelah memiliki keluarga, mulai menjadi lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran. Begitu pula seseorang yang awalnya sangat menghindari investasi dapat berubah menjadi lebih tertarik mengembangkan aset setelah memiliki pengetahuan finansial yang lebih baik.

Artinya, money personality bukanlah sesuatu yang harus dianggap sebagai karakter permanen. Kamu dapat mengubah kebiasaan dan cara pandang terhadap uang melalui pengalaman, pengetahuan, dan perencanaan yang baik.

Cara Mengelola Keuangan Berdasarkan Money Personality

Apa pun money personality yang kamu miliki, tujuan akhirnya tetap sama, yaitu memiliki kondisi keuangan yang sehat dan mampu mendukung tujuan hidup.

  • Jika kamu seorang saver, pastikan kebiasaan menabung tidak membuatmu mengabaikan kebutuhan penting atau terlalu takut menggunakan uang.
  • Jika kamu spender, buat anggaran dan tentukan batas pengeluaran untuk kebutuhan non-esensial agar gaya hidup tetap sesuai kemampuan.
  • Jika kamu investor, terus tingkatkan literasi keuangan dan pastikan investasi sesuai dengan profil risiko.
  • Jika kamu debtor, prioritaskan pembayaran kewajiban dan hindari menambah utang yang tidak diperlukan.
  • Jika kamu risk-taker, selalu pertimbangkan potensi keuntungan sekaligus risiko kerugian sebelum mengambil keputusan.
  • Jika kamu avoider, mulailah lebih aktif memantau kondisi keuangan meskipun dari langkah kecil.
  • Sementara jika kamu money monk, tetap pastikan kebutuhan masa depan dan perlindungan finansial sudah dipersiapkan meskipun uang bukan tujuan utama dalam hidup.

Money personality menggambarkan bagaimana seseorang memiliki kecenderungan dalam memandang dan mengelola uang. 7 money personality yang umum dibahas meliputi the saver, the spender, the investor, the debtor, the risk-taker, the avoider, dan the money monk.

Setiap karakter memiliki kelebihan dan tantangan masing-masing. Tidak ada satu tipe yang sepenuhnya paling baik karena kondisi keuangan setiap orang berbeda.

Hal terpenting adalah mengenali kebiasaan diri sendiri, kemudian menggunakan pemahaman tersebut untuk memperbaiki cara mengelola uang. Dengan begitu, kamu tidak hanya mengetahui ke mana uang pergi, tetapi juga dapat membuat keputusan finansial yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan tujuan hidup.

Pada akhirnya, memiliki kondisi keuangan yang sehat bukan tentang seberapa banyak uang yang dimiliki, melainkan bagaimana uang tersebut dikelola secara bijak, terencana, dan sesuai dengan prioritas.

Saatnya Kelola Keuangan dengan Strategi yang Lebih Personal

Memiliki tujuan keuangan yang besar tentu membutuhkan perencanaan dan pengelolaan yang tepat. Jika kamu ingin mendapatkan pengalaman layanan perbankan yang lebih eksklusif serta solusi finansial yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritasmu, Bank Sinarmas Prioritas dapat menjadi pilihan untuk mendukung perjalanan finansialmu.

Dengan layanan dan berbagai solusi yang dirancang untuk nasabah prioritas, kamu dapat mengelola aset dan merencanakan berbagai kebutuhan finansial dengan lebih nyaman. Jangan biarkan karakter dalam mengelola uang hanya menjadi sebuah kebiasaan, jadikan pemahaman tersebut sebagai langkah untuk membangun strategi finansial yang lebih matang.

Kenali kebutuhan finansialmu, tentukan prioritasmu, dan wujudkan rencana keuangan dengan layanan yang lebih personal bersama Bank Sinarmas Prioritas.

✨ Cari tahu lebih lanjut mengenai berbagai keunggulan dan layanan Bank Sinarmas Prioritas di sini.

✨ Download SimobiPlus sekarang juga dan rasakan kemudahan transaksi digital dari Bank Sinarmas di sini.

✨ Butuh informasi layanan perbankan lainnya? Kunjungi juga halaman layanan resmi Bank Sinarmas berikut.

Date Create : 16/09/2026
Bagikan          
flb
logobsim
Kantor Pusat Sinar Mas Land Plaza
Jl. M.H Thamrin kav 51,
Menara 1, Lantai 1 & 2,
Jakarta 10350 - Indonesia
Bank Sinarmas CARE 1500153
(021) 501 88888 Media Sosial Kami facebook     instagram     twitter     tiktok     youtube    
PT. Bank Sinarmas Tbk. berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini

Link
Sinarmas Asset Management Terbaik Investasi Reksadana
Sinarmas Sekuritas Terbaik Online Trading Investasi Saham
Bank Nano Syariah


© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.