Memberikan pendidikan terbaik bagi anak adalah impian banyak orang tua. Bagi sebagian keluarga, impian tersebut tidak hanya sebatas mengenyam pendidikan di dalam negeri, tetapi juga melanjutkan kuliah di luar negeri. Belajar di universitas internasional dapat membuka peluang yang lebih luas, mulai dari kualitas pendidikan, pengalaman lintas budaya, hingga jaringan profesional berskala global.
Namun, kuliah di luar negeri membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selain uang kuliah (tuition fee), orang tua juga perlu mempersiapkan biaya hidup, akomodasi, transportasi, asuransi kesehatan, visa, hingga kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, perencanaan keuangan yang matang sejak dini menjadi kunci agar impian tersebut dapat terwujud tanpa membebani kondisi finansial keluarga.
Lalu, bagaimana cara mempersiapkan dana pendidikan anak untuk kuliah di luar negeri? Berikut beberapa langkah yang dapat kamu lakukan.
Langkah pertama adalah menentukan tujuan pendidikan anak. Setiap negara memiliki biaya pendidikan dan biaya hidup yang berbeda-beda.
Misalnya, biaya kuliah di Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jepang, atau Singapura memiliki kisaran yang tidak sama. Selain itu, biaya hidup di kota besar biasanya lebih tinggi dibandingkan kota-kota kecil.
Dengan mengetahui negara dan universitas yang menjadi target, kamu dapat membuat estimasi kebutuhan dana yang lebih akurat.
Jangan hanya menghitung uang kuliah. Ada berbagai komponen biaya lain yang perlu diperhitungkan, seperti:
Dengan menghitung seluruh kebutuhan sejak awal, kamu dapat menentukan target dana yang harus dikumpulkan.
Semakin dini kamu mulai menabung, semakin ringan dana yang perlu disisihkan setiap bulan.
Sebagai contoh, jika target dana pendidikan adalah Rp1 miliar dan anak baru berusia 3 tahun, kamu memiliki waktu sekitar 15 tahun untuk mempersiapkannya. Dengan jangka waktu yang panjang, beban menabung menjadi lebih ringan dibandingkan jika baru memulai beberapa tahun sebelum anak masuk perguruan tinggi.
Konsistensi menabung juga memberi kesempatan bagi dana untuk berkembang melalui instrumen keuangan yang sesuai dengan profil risiko kamu.
Sebaiknya gunakan rekening khusus untuk dana pendidikan agar tidak tercampur dengan dana operasional rumah tangga.
Memisahkan rekening akan membantu kamu:
Bila memungkinkan, aktifkan fitur autodebet agar dana pendidikan langsung tersisihkan setiap bulan.
Karena biaya pendidikan terus meningkat dari tahun ke tahun, hanya mengandalkan tabungan biasa mungkin belum cukup untuk mengejar kenaikan tersebut.
Kamu dapat mempertimbangkan berbagai instrumen sesuai dengan jangka waktu dan profil risiko, misalnya:
Pilihlah instrumen yang sesuai dengan tujuan keuangan dan lakukan evaluasi secara berkala.
Apabila anak berencana kuliah di luar negeri, kamu juga perlu memperhatikan risiko perubahan nilai tukar.
Menyimpan sebagian dana dalam mata uang asing yang sesuai dengan negara tujuan dapat membantu mengurangi dampak fluktuasi kurs, terutama jika pembayaran biaya kuliah dilakukan dalam mata uang tersebut.
Namun, perlu diingat bahwa nilai tukar dapat bergerak naik maupun turun sehingga strategi ini sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan rencana keuangan keluarga.
Beasiswa dapat membantu mengurangi beban biaya pendidikan secara signifikan.
Beberapa jenis beasiswa yang dapat dipertimbangkan antara lain:
Mulailah mencari informasi sejak jauh hari karena banyak program beasiswa memiliki persyaratan dan jadwal pendaftaran tertentu.
Rencana keuangan bukanlah sesuatu yang dibuat sekali lalu dilupakan.
Setiap tahun, lakukan evaluasi terhadap:
Dengan evaluasi berkala, kamu dapat menyesuaikan jumlah tabungan atau strategi investasi agar tetap sesuai dengan target.
Selain dana utama, sebaiknya sediakan dana cadangan untuk menghadapi pengeluaran yang tidak terduga, misalnya:
Dana darurat akan memberikan rasa aman apabila terjadi perubahan situasi selama masa studi.
Saat mempersiapkan dana pendidikan anak, hindari beberapa kesalahan berikut:
Dengan menghindari kesalahan tersebut, peluang mencapai target dana pendidikan akan semakin besar.
Mempersiapkan dana pendidikan anak untuk kuliah di luar negeri membutuhkan perencanaan yang matang, disiplin, dan komitmen jangka panjang. Semakin awal kamu memulai, semakin besar kesempatan untuk mengumpulkan dana yang dibutuhkan tanpa memberikan tekanan berlebih pada kondisi keuangan keluarga.
Mulailah dengan menentukan negara tujuan dan memperkirakan total biaya pendidikan, kemudian sisihkan dana secara rutin melalui rekening khusus dan manfaatkan instrumen investasi yang sesuai dengan jangka waktu serta profil risiko kamu. Jangan lupa untuk mempertimbangkan tabungan mata uang asing jika diperlukan, mencari peluang beasiswa, dan melakukan evaluasi secara berkala agar strategi yang dijalankan tetap relevan dengan perkembangan biaya pendidikan dan kondisi ekonomi.
Dengan perencanaan yang tepat sejak hari ini, kamu dapat membantu mewujudkan impian anak menempuh pendidikan di luar negeri sekaligus menjaga kesehatan finansial keluarga di masa depan.
Mulailah mewujudkan rencana pendidikan terbaik untuk buah hati dari sekarang dengan membangun kebiasaan menabung secara konsisten. kamu dapat memilih TabunganKu Bank Sinarmas, solusi tabungan dengan setoran awal ringan mulai dari Rp20.000 dan bebas biaya administrasi bulanan, sehingga dana pendidikan dapat bertumbuh lebih optimal.
Selain itu, rekening juga dapat diakses melalui SimobiPlus untuk memudahkanmu memantau tabungan kapan saja dan di mana saja.
👉 Cari tahu informasi lengkap mengenai manfaat dan cara membuka rekening melalui TabunganKu Bank Sinarmas di sini lalu mulai langkah kecil hari ini demi masa depan pendidikan anak yang lebih cerah.
✨ Yuk, download dan pakai SimobiPlus sekarang juga di sini dan buat setiap langkah investasimu berarti.
👉 Butuh informasi layanan perbankan lainnya? Kunjungi juga halaman layanan resmi Bank Sinarmas berikut.
Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini
© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.