Ketika memiliki dana yang belum digunakan dalam waktu dekat, sebagian orang memilih menyimpannya pada instrumen yang dapat memberikan imbal hasil sekaligus membantu menjaga dana tetap terencana. Salah satu pilihan yang cukup dikenal adalah deposito.
Namun, tahukah kamu bahwa deposito memiliki beberapa bentuk? Dua istilah yang sering muncul adalah deposito berjangka dan sertifikat deposito. Meskipun sama-sama berkaitan dengan simpanan berjangka, keduanya memiliki karakteristik dan mekanisme yang berbeda.
Memahami perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito penting sebelum menentukan pilihan. Dengan begitu, kamu dapat menyesuaikan produk simpanan dengan kebutuhan, tujuan keuangan, serta fleksibilitas dana yang diinginkan.
Deposito berjangka adalah produk simpanan di bank yang penarikannya dilakukan pada waktu tertentu sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati sejak awal pembukaan deposito.
Nasabah biasanya menentukan tenor atau jangka waktu tertentu, misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan, sesuai dengan pilihan yang tersedia pada bank.
Selama dana ditempatkan, nasabah akan memperoleh bunga deposito sesuai ketentuan yang berlaku. Dana kemudian dapat dicairkan ketika jatuh tempo.
Karena memiliki jangka waktu tertentu, deposito berjangka cocok bagi orang yang memiliki dana dan belum membutuhkan penggunaannya dalam waktu dekat.
Sertifikat deposito merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh bank sebagai bukti simpanan dana dengan jangka waktu tertentu. Salah satu karakteristik pentingnya adalah sertifikat deposito dapat dipindahtangankan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Berbeda dengan deposito berjangka pada umumnya, bunga sertifikat deposito dapat diperhitungkan atau dibayarkan di muka sesuai mekanisme produk. Karena itu, karakteristik sertifikat deposito lebih menyerupai instrumen yang dapat diperdagangkan atau dialihkan kepada pihak lain.
Sertifikat deposito biasanya memiliki ketentuan khusus terkait nominal, tenor, pembayaran bunga, serta proses pengalihannya.
Meskipun keduanya sama-sama merupakan instrumen simpanan yang memiliki jangka waktu, terdapat sejumlah perbedaan penting.
Deposito berjangka merupakan rekening atau simpanan nasabah di bank dengan periode penempatan tertentu.
Sementara itu, sertifikat deposito berbentuk sertifikat atau surat berharga yang menjadi bukti kepemilikan atas sejumlah dana yang ditempatkan.
Perbedaan bentuk ini juga berkaitan dengan bagaimana masing-masing instrumen dapat digunakan dan dialihkan.
Pada deposito berjangka, kepemilikan dana tercatat atas nama nasabah yang membuka deposito.
Sedangkan sertifikat deposito memiliki karakteristik dapat dipindahtangankan kepada pihak lain. Dengan demikian, kepemilikan instrumen tersebut dapat berpindah sesuai mekanisme yang ditetapkan.
Hal ini menjadi salah satu perbedaan utama antara kedua produk.
Deposito berjangka pada umumnya dicairkan oleh nasabah ketika memasuki tanggal jatuh tempo. Jika dicairkan sebelum jatuh tempo, dapat terdapat konsekuensi tertentu sesuai ketentuan bank, misalnya pengurangan atau tidak dibayarkannya bunga serta ketentuan biaya lainnya.
Sementara itu, sertifikat deposito memiliki karakteristik yang memungkinkan instrumen tersebut dialihkan sebelum jatuh tempo, sehingga fleksibilitasnya berbeda dengan deposito berjangka.
Namun, mekanisme pengalihan maupun pencairan tetap bergantung pada ketentuan sertifikat deposito yang diterbitkan bank.
Pada deposito berjangka, bunga umumnya dibayarkan berdasarkan ketentuan produk, misalnya secara bulanan atau ketika deposito jatuh tempo.
Sementara pada sertifikat deposito, bunga dapat diperhitungkan atau dibayarkan di muka sesuai mekanisme yang berlaku.
Karena itu, jangan hanya membandingkan nominal bunga. Perhatikan pula kapan bunga tersebut diterima dan bagaimana perhitungannya.
Deposito berjangka pada umumnya tidak dirancang untuk diperjualbelikan atau dipindahtangankan seperti surat berharga.
Sertifikat deposito memiliki karakteristik berbeda karena dapat dipindahtangankan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal tersebut memberikan fleksibilitas tambahan bagi pemegangnya.
Dari sisi fleksibilitas, sertifikat deposito memiliki karakteristik yang berbeda karena dapat dialihkan kepada pihak lain.
Sementara deposito berjangka lebih sederhana dan umumnya ditujukan bagi nasabah yang ingin menempatkan dana hingga jatuh tempo.
Namun, fleksibilitas bukan berarti sertifikat deposito selalu lebih baik. Pilihan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan keuangan.
Pertanyaan mengenai mana yang lebih menguntungkan sebenarnya tidak dapat dijawab hanya berdasarkan jenis produknya.
Keuntungan yang diperoleh dapat dipengaruhi oleh tingkat bunga, nominal dana, tenor, ketentuan pembayaran bunga, pajak, serta kebijakan bank yang menerbitkannya.
Jika tujuan utama adalah menyimpan dana dengan jangka waktu tertentu dan tidak membutuhkan fleksibilitas pemindahtanganan, deposito berjangka dapat menjadi pilihan yang lebih sederhana.
Sementara itu, sertifikat deposito dapat dipertimbangkan oleh pihak yang memahami karakteristik surat berharga dan membutuhkan fleksibilitas berupa kemungkinan pemindahtanganan.
Sebelum memilih, selalu perhatikan syarat dan ketentuan produk yang ditawarkan.
Deposito berjangka memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya menarik sebagai pilihan simpanan.
Pertama, jangka waktu penempatan sudah ditentukan sejak awal sehingga membantu nasabah mendisiplinkan penggunaan dana.
Kedua, bunga deposito biasanya telah ditentukan berdasarkan ketentuan bank dan tenor yang dipilih. Hal ini membuat perhitungan potensi hasil menjadi lebih mudah dibandingkan instrumen yang imbal hasilnya berubah-ubah.
Ketiga, deposito berjangka dapat digunakan sebagai bagian dari perencanaan keuangan, terutama untuk dana yang memang belum dibutuhkan dalam waktu dekat.
Salah satu karakteristik yang menjadi keunggulan sertifikat deposito adalah dapat dipindahtangankan sesuai ketentuan yang berlaku.
Fitur tersebut dapat memberikan fleksibilitas bagi pemegang sertifikat apabila membutuhkan pengalihan kepemilikan sebelum tanggal jatuh tempo.
Selain itu, mekanisme pembayaran bunga yang dapat diperhitungkan atau dibayarkan di muka juga menjadi karakteristik tersendiri dari sertifikat deposito.
Meski demikian, calon nasabah tetap perlu memahami seluruh ketentuan produk sebelum menempatkan dana.
Sebelum memilih antara deposito berjangka dan sertifikat deposito, jangan hanya melihat tingkat bunga. Pertimbangkan pula beberapa hal berikut.
Meskipun deposito dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyimpan dana, sebaiknya tetap pertimbangkan kebutuhan likuiditas secara keseluruhan.
Dana yang ditempatkan pada instrumen dengan jangka waktu tertentu sebaiknya bukan dana yang sewaktu-waktu dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari atau kondisi darurat.
Sebelum membuka deposito atau membeli sertifikat deposito, pastikan kebutuhan rutin dan dana darurat telah diperhitungkan. Dengan demikian, kamu tidak perlu terburu-buru mencairkan dana sebelum waktunya ketika muncul kebutuhan mendadak.
Perbedaan deposito berjangka dan sertifikat deposito terutama terletak pada bentuk, kepemilikan, mekanisme bunga, serta fleksibilitas pemindahtanganannya.
Deposito berjangka merupakan simpanan di bank yang ditempatkan untuk jangka waktu tertentu dan umumnya dicairkan ketika jatuh tempo. Sementara itu, sertifikat deposito merupakan surat berharga yang memiliki karakteristik dapat dipindahtangankan sesuai ketentuan yang berlaku.
Keduanya memiliki karakteristik dan tujuan penggunaan yang berbeda. Karena itu, tidak ada pilihan yang secara otomatis paling baik untuk semua orang.
Sebelum menentukan pilihan, pertimbangkan tujuan keuangan, jangka waktu penggunaan dana, kebutuhan likuiditas, tingkat bunga, pajak, serta seluruh ketentuan produk. Dengan memahami perbedaannya sejak awal, kamu dapat memilih instrumen simpanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan rencana keuangan.
Jika kamu mencari cara yang lebih praktis untuk mengembangkan dana sekaligus mendapatkan potensi imbal hasil yang lebih menarik dibandingkan tabungan biasa, Deposito Online Bank Sinarmas bisa menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan.
Deposito Online Bank Sinarmas dapat dibuka dan dikelola secara digital melalui SimobiPlus dan Internet Banking, sehingga prosesnya lebih praktis tanpa perlu datang ke kantor cabang. Bunga kompetitif dan penempatan mulai Rp500 ribu saja.
👉 Cari tahu lebih lengkap mengenai keunggulan, ketentuan, pilihan tenor, serta cara membuka Deposito Online melalui halaman resmi Bank Sinarmas berikut.
👉 Butuh informasi layanan perbankan lainnya? Kunjungi juga halaman layanan resmi Bank Sinarmas berikut.
✨ Yuk, download dan pakai SimobiPlus sekarang juga di sini dan buat setiap langkah investasimu berarti.
Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini
© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.