Memasuki tahun ajaran baru selalu menjadi momen yang dinantikan oleh anak-anak maupun orang tua. Di balik semangat membeli perlengkapan sekolah baru, ada satu hal yang tidak boleh diabaikan, yaitu mempersiapkan kondisi finansial. Pasalnya, kebutuhan back to school sering kali datang bersamaan dan membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Mulai dari uang pangkal, SPP, buku pelajaran, seragam, sepatu, alat tulis, hingga kebutuhan penunjang seperti laptop atau tablet, semuanya perlu direncanakan dengan baik agar tidak mengganggu kondisi keuangan keluarga. Tanpa perencanaan yang matang, pengeluaran sekolah bisa membuat anggaran bulanan membengkak.
Agar persiapan sekolah berjalan lancar tanpa membuat keuangan kewalahan, simak checklist finansial back to school berikut ini.
Langkah pertama adalah mencatat seluruh kebutuhan yang harus dipenuhi sebelum sekolah dimulai. Pisahkan kebutuhan berdasarkan tingkat prioritas.
Misalnya:
Dengan membuat daftar, Kamu dapat mengetahui estimasi total dana yang dibutuhkan sekaligus menghindari pembelian barang yang sebenarnya tidak diperlukan.
Setelah membuat daftar kebutuhan, langkah berikutnya adalah menghitung estimasi biayanya.
Contohnya:
Dari perhitungan tersebut, Kamu dapat mengetahui berapa total dana yang harus disiapkan sehingga tidak perlu mengambil keputusan secara mendadak saat waktu pembayaran tiba.
Anak-anak biasanya ingin memiliki perlengkapan sekolah dengan karakter atau merek tertentu yang sedang tren. Namun, orang tua perlu membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan.
Misalnya, tas lama yang masih layak pakai tidak harus diganti hanya karena ingin mengikuti tren terbaru. Dana tersebut bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lebih penting seperti buku pelajaran atau biaya pendidikan.
Tidak semua perlengkapan sekolah harus dibeli baru setiap tahun.
Beberapa barang yang mungkin masih bisa digunakan antara lain:
Menggunakan kembali barang yang masih layak dapat membantu menghemat pengeluaran secara signifikan.
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah berbelanja menjelang hari pertama sekolah. Pada periode tersebut, harga beberapa kebutuhan sekolah bisa meningkat karena tingginya permintaan.
Belanja lebih awal memberikan beberapa keuntungan, seperti:
Momen back to school biasanya dimanfaatkan banyak toko maupun marketplace untuk memberikan berbagai promo menarik.
Kamu bisa memanfaatkan:
Namun, pastikan promo tersebut benar-benar memberikan penghematan, bukan justru mendorong Kamu membeli barang yang tidak dibutuhkan.
Selain kebutuhan yang sudah direncanakan, sering kali muncul pengeluaran tidak terduga setelah sekolah dimulai.
Misalnya:
Karena itu, sebaiknya siapkan dana cadangan sekitar 10–20% dari total anggaran pendidikan agar kondisi keuangan tetap stabil.
Uang saku merupakan pengeluaran rutin yang sering kali luput dari perencanaan.
Tentukan besaran uang saku sesuai kebutuhan anak dan ajarkan mereka untuk mengelolanya dengan baik. Kebiasaan sederhana seperti membawa bekal dari rumah juga dapat membantu menghemat pengeluaran harian.
Jika memungkinkan, jangan mengambil dana darurat untuk memenuhi kebutuhan back to school.
Dana darurat sebaiknya hanya digunakan untuk kondisi yang benar-benar mendesak, seperti biaya kesehatan, kehilangan pekerjaan, atau kejadian tak terduga lainnya. Oleh karena itu, persiapan biaya sekolah sebaiknya dilakukan sejak jauh hari melalui tabungan khusus pendidikan.
Setelah seluruh kebutuhan sekolah terpenuhi, jangan menunggu tahun depan untuk mulai menabung kembali.
Hitung estimasi biaya pendidikan tahun berikutnya, kemudian sisihkan dana setiap bulan. Dengan cara ini, beban pengeluaran tidak akan terasa terlalu besar saat memasuki tahun ajaran baru berikutnya.
Sebagai contoh, jika estimasi kebutuhan sekolah tahun depan mencapai Rp12 juta, kamu hanya perlu menyisihkan sekitar Rp1 juta setiap bulan selama satu tahun.
Selain membuat checklist finansial, ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan keuangan keluarga selama musim back to school, antara lain:
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, kamu dapat memenuhi kebutuhan pendidikan anak tanpa mengganggu anggaran rumah tangga.
Persiapan back to school bukan hanya soal membeli perlengkapan sekolah, tetapi juga tentang mengelola keuangan keluarga secara bijak. Dengan membuat checklist finansial, menyusun anggaran, memprioritaskan kebutuhan, memanfaatkan promo secara cerdas, serta menabung sejak jauh hari, orang tua dapat menghadapi tahun ajaran baru dengan lebih tenang dan terencana.
Ingat, perencanaan keuangan yang baik tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sekolah saat ini, tetapi juga menjadi fondasi untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak di masa depan. Semakin awal Kamu menyusun strategi finansial, semakin ringan pula beban pengeluaran ketika musim back to school tiba.
Agar pengelolaan keuangan keluarga semakin praktis selama momen back to school, manfaatkan layanan Bill Payment Bank Sinarmas untuk membayar berbagai tagihan rutin seperti listrik, air, internet, BPJS, hingga beragam kebutuhan lainnya melalui satu platform yang mudah diakses.
✨ Dengan pembayaran yang lebih cepat, aman, dan dapat dilakukan kapan saja melalui SimobiPlus Bank Sinarmas, kamu bisa menghemat waktu sekaligus memastikan seluruh tagihan tetap terbayar tepat waktu.
✨ Yuk, download dan pakai SimobiPlus sekarang juga di sini dan buat setiap langkah investasimu berarti.
👉 Butuh informasi layanan perbankan lainnya? Kunjungi juga halaman layanan resmi Bank Sinarmas berikut.
Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini
© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.