
Ada momen ketika seseorang duduk di meja kerja, menatap layar yang penuh notifikasi, kemudian bertanya dalam hati: “Apakah aku masih ingin melakukan ini?” Pikiran untuk resign kadang datang pelan, kadang datang seperti gelombang besar setelah lembur berhari-hari. Resign bukan hal tabu. Banyak orang ingin keluar untuk mengejar peluang baru, membangun usaha, melanjutkan studi, atau sekadar mencari kehidupan yang lebih seimbang. Namun satu hal yang tidak boleh diabaikan: tabungan.
Sebelum benar-benar menyerahkan surat pengunduran diri, kondisi finansial harus dipastikan siap. Tanpa perencanaan, keputusan resign bisa berubah menjadi tekanan baru. Maka pertanyaannya bukan sekadar “Ingin resign?” tetapi “Apakah tabunganmu sudah cukup untuk resign?”
Mari kita bahas berapa jumlah tabungan yang ideal, faktor yang perlu dipertimbangkan, dan cara menghitungnya.
Resign adalah keputusan yang berdampak pada banyak hal, terutama pemasukan. Saat masih bekerja, gaji datang rutin setiap bulan. Setelah resign, pendapatan bisa hilang sementara, bahkan bisa saja tidak ada kejelasan sampai kamu menemukan sumber penghasilan yang baru.
Jika kamu resign tanpa persiapan, risiko yang bisa muncul antara lain:
Tagihan bulanan tetap berjalan.
Biaya hidup tetap harus ditanggung.
Tabungan bisa cepat habis jika tidak ada strategi.
Ketenangan mental bisa terganggu karena tekanan finansial.
Karena itu, resign bukan hanya keputusan emosional, tetapi keputusan finansial.
Jawabannya tidak sama untuk setiap orang, tetapi ada satu rumus dasar yang biasa digunakan oleh perencana keuangan:
Minimal memiliki dana darurat sebesar 6 sampai 12 kali jumlah pengeluaran bulanan.
Kenapa pengeluaran, bukan gaji? Karena setelah resign, pengeluaran adalah angka yang pasti dikeluarkan, sedangkan penghasilan belum tentu ada.
Jika pengeluaran bulanan kamu adalah Rp5.000.000, maka:
Dana darurat minimal 6 bulan:
6 x Rp5.000.000 = Rp30.000.000
Dana darurat ideal 12 bulan:
12 x Rp5.000.000 = Rp60.000.000
Artinya, sebelum resign, kamu sebaiknya punya tabungan antara Rp30.000.000 sampai Rp60.000.000, tergantung seberapa besar rasa aman yang ingin kamu miliki.
Semakin tidak pasti rencana ke depan, semakin besar dana darurat yang perlu disiapkan.
Baca juga artikel menarik lainnya: 12 Konsekuensi jika Resign Tanpa One Month Notice yang Harus Kamu Tahu
Apa Saja yang Harus Masuk dalam Perhitungan Pengeluaran?
Untuk menghitung dengan tepat, kamu perlu tahu berapa angka pengeluaranmu sebenarnya. Banyak orang merasa pengeluarannya sedikit, padahal setelah dihitung kembali, jumlahnya cukup besar.
Pengeluaran yang perlu dihitung:
Kebutuhan pokok
Makan
Transportasi
Belanja rumah tangga
Tagihan bulanan
Kontrakan/KPR
Listrik, internet, air
Langganan digital
Kewajiban finansial
Cicilan motor/mobil
Pinjaman online (kalau ada, harus segera dikendalikan)
Kartu kredit
Biaya kesehatan
BPJS / asuransi
Pengeluaran medis mendadak
Dana sosial dan hiburan
Nongkrong
Hadiah, sumbangan, dan lain-lain.
Catat semuanya. Jangan dikira.
Dana tabungan saja tidak cukup. Ada beberapa aspek yang perlu kamu pikirkan agar keputusan resign tidak menimbulkan penyesalan.
Apakah sudah punya pekerjaan baru? Atau mau mulai bisnis? Atau ingin rehat dulu? Jika rencana setelah resign belum jelas, dana darurat harus semakin besar.
Tinggal di kos, kontrak, atau rumah sendiri? Jika masih menyewa, pastikan tabungan mampu menanggung biaya tinggal sampai waktu yang cukup.
Semakin banyak tanggungan, semakin besar dana darurat yang diperlukan.
Kalau kamu terbiasa makan di luar, healing setiap bulan, atau shopping rutin, kamu perlu siap menekan pengeluaran saat sudah tidak bekerja.
Jika tabungan sekarang belum cukup, bukan berarti kamu harus menunda mimpi selamanya. Kamu hanya perlu strategi.
Bayangkan kamu ingin resign tahun depan.
Pengeluaran bulanan: Rp6.000.000
Dana darurat minimal: 6 x Rp6.000.000 = Rp36.000.000
Tabungan saat ini: Rp20.000.000
Kekurangan: Rp16.000.000
Target resign: 8 bulan lagi.
Artinya, kamu perlu menabung:
Rp16.000.000 / 8 = Rp2.000.000 setiap bulan
Jika sulit, perpanjang target waktu atau tambah penghasilan.
Keputusan resign jadi lebih aman, terukur, dan tidak tergesa.
Resign bisa menjadi langkah penting menuju hidup yang lebih baik. Namun sebelum mengambil keputusan itu, pastikan keuanganmu siap menghadapi transisi. Idealnya, kamu harus memiliki dana darurat setara 6 sampai 12 bulan pengeluaran, bukan hanya beberapa juta di tabungan.
Resign bukan hanya tentang meninggalkan pekerjaan, tetapi tentang memasuki babak baru dengan tenang. Dengan perencanaan yang tepat, kamu bisa melangkah tanpa rasa takut.
Untuk mempermudah kamu dalam menabung dan mengelola dana cadangan, pertimbangkan menggunakan tabungan Simas Digi dari Bank Sinarmas. Melalui layanan perbankan digital yang praktis, kamu bisa membuka tabungan, memantau saldo, hingga melakukan transaksi kapan saja hanya dari ponsel. Fitur-fiturnya memudahkan kamu untuk tetap konsisten menabung dan mengatur keuangan sehari-hari, baik sebelum maupun sesudah resign.
Dengan pengelolaan yang rapi, kamu dapat membangun fondasi finansial yang lebih aman dan siap menghadapi setiap langkah baru dalam perjalanan kariermu.
👉 Mulai kelola tabunganmu dengan tabungan Simas Digi di sini.
Date Create : 01/12/2025Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini
© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.