ARTIKEL

Ingin Resign? Ketahui Jumlah Tabungan Ideal Sebelum Mengundurkan Diri

Ingin Resign? Ketahui Jumlah Tabungan Ideal Sebelum Mengundurkan Diri

Ada momen ketika seseorang duduk di meja kerja, menatap layar yang penuh notifikasi, kemudian bertanya dalam hati: “Apakah aku masih ingin melakukan ini?” Pikiran untuk resign kadang datang pelan, kadang datang seperti gelombang besar setelah lembur berhari-hari. Resign bukan hal tabu. Banyak orang ingin keluar untuk mengejar peluang baru, membangun usaha, melanjutkan studi, atau sekadar mencari kehidupan yang lebih seimbang. Namun satu hal yang tidak boleh diabaikan: tabungan.

Sebelum benar-benar menyerahkan surat pengunduran diri, kondisi finansial harus dipastikan siap. Tanpa perencanaan, keputusan resign bisa berubah menjadi tekanan baru. Maka pertanyaannya bukan sekadar “Ingin resign?” tetapi “Apakah tabunganmu sudah cukup untuk resign?”

Mari kita bahas berapa jumlah tabungan yang ideal, faktor yang perlu dipertimbangkan, dan cara menghitungnya.

Kenapa Resign Tidak Bisa Mendadak?

Resign adalah keputusan yang berdampak pada banyak hal, terutama pemasukan. Saat masih bekerja, gaji datang rutin setiap bulan. Setelah resign, pendapatan bisa hilang sementara, bahkan bisa saja tidak ada kejelasan sampai kamu menemukan sumber penghasilan yang baru.

Jika kamu resign tanpa persiapan, risiko yang bisa muncul antara lain:

  • Tagihan bulanan tetap berjalan.

  • Biaya hidup tetap harus ditanggung.

  • Tabungan bisa cepat habis jika tidak ada strategi.

  • Ketenangan mental bisa terganggu karena tekanan finansial.

Karena itu, resign bukan hanya keputusan emosional, tetapi keputusan finansial.

Berapa Jumlah Tabungan Ideal Sebelum Resign?

Jawabannya tidak sama untuk setiap orang, tetapi ada satu rumus dasar yang biasa digunakan oleh perencana keuangan:

Minimal memiliki dana darurat sebesar 6 sampai 12 kali jumlah pengeluaran bulanan.

Kenapa pengeluaran, bukan gaji? Karena setelah resign, pengeluaran adalah angka yang pasti dikeluarkan, sedangkan penghasilan belum tentu ada.

Contoh Perhitungannya:

Jika pengeluaran bulanan kamu adalah Rp5.000.000, maka:

  • Dana darurat minimal 6 bulan:
    6 x Rp5.000.000 = Rp30.000.000

  • Dana darurat ideal 12 bulan:
    12 x Rp5.000.000 = Rp60.000.000

Artinya, sebelum resign, kamu sebaiknya punya tabungan antara Rp30.000.000 sampai Rp60.000.000, tergantung seberapa besar rasa aman yang ingin kamu miliki.

Semakin tidak pasti rencana ke depan, semakin besar dana darurat yang perlu disiapkan.

Baca juga artikel menarik lainnya: 12 Konsekuensi jika Resign Tanpa One Month Notice yang Harus Kamu Tahu

Apa Saja yang Harus Masuk dalam Perhitungan Pengeluaran?

Untuk menghitung dengan tepat, kamu perlu tahu berapa angka pengeluaranmu sebenarnya. Banyak orang merasa pengeluarannya sedikit, padahal setelah dihitung kembali, jumlahnya cukup besar.

Pengeluaran yang perlu dihitung:

  1. Kebutuhan pokok

    • Makan

    • Transportasi

    • Belanja rumah tangga

  2. Tagihan bulanan

    • Kontrakan/KPR

    • Listrik, internet, air

    • Langganan digital

  3. Kewajiban finansial

    • Cicilan motor/mobil

    • Pinjaman online (kalau ada, harus segera dikendalikan)

    • Kartu kredit

  4. Biaya kesehatan

    • BPJS / asuransi

    • Pengeluaran medis mendadak

  5. Dana sosial dan hiburan

    • Nongkrong

    • Hadiah, sumbangan, dan lain-lain.

Catat semuanya. Jangan dikira.

Pertimbangkan Faktor Berikut Sebelum Resign

Dana tabungan saja tidak cukup. Ada beberapa aspek yang perlu kamu pikirkan agar keputusan resign tidak menimbulkan penyesalan.

1. Sumber Penghasilan Setelah Resign

Apakah sudah punya pekerjaan baru? Atau mau mulai bisnis? Atau ingin rehat dulu? Jika rencana setelah resign belum jelas, dana darurat harus semakin besar.

2. Status Tempat Tinggal

Tinggal di kos, kontrak, atau rumah sendiri? Jika masih menyewa, pastikan tabungan mampu menanggung biaya tinggal sampai waktu yang cukup.

3. Tanggungan Keluarga

Semakin banyak tanggungan, semakin besar dana darurat yang diperlukan.

4. Gaya Hidup

Kalau kamu terbiasa makan di luar, healing setiap bulan, atau shopping rutin, kamu perlu siap menekan pengeluaran saat sudah tidak bekerja.

Cara Meningkatkan Tabungan Sebelum Resign

Jika tabungan sekarang belum cukup, bukan berarti kamu harus menunda mimpi selamanya. Kamu hanya perlu strategi.

  1. Hitung target tabungan dengan jelas.
    Misalnya: butuh Rp40 juta, punya Rp15 juta. Artinya kekurangan Rp25 juta.

  2. Tentukan waktu kapan ingin resign.
    Contoh: ingin resign dalam 10 bulan ke depan.

  3. Hitung jumlah yang harus ditabung setiap bulan.
    Rp25 juta / 10 bulan = Rp2.500.000 per bulan.

  4. Potong pengeluaran gaya hidup untuk sementara.
    Fokus dulu.

  5. Cari penghasilan tambahan.
    Bisa freelance, jualan kecil, atau kerja sampingan.

  6. Hindari menambah utang baru.
    Utang hanya akan memperberat langkah.

Contoh Skema Perencanaan Resign

Bayangkan kamu ingin resign tahun depan.
Pengeluaran bulanan: Rp6.000.000
Dana darurat minimal: 6 x Rp6.000.000 = Rp36.000.000
Tabungan saat ini: Rp20.000.000
Kekurangan: Rp16.000.000
Target resign: 8 bulan lagi.

Artinya, kamu perlu menabung:

Rp16.000.000 / 8 = Rp2.000.000 setiap bulan

Jika sulit, perpanjang target waktu atau tambah penghasilan.

Keputusan resign jadi lebih aman, terukur, dan tidak tergesa.

Resign bisa menjadi langkah penting menuju hidup yang lebih baik. Namun sebelum mengambil keputusan itu, pastikan keuanganmu siap menghadapi transisi. Idealnya, kamu harus memiliki dana darurat setara 6 sampai 12 bulan pengeluaran, bukan hanya beberapa juta di tabungan.

Resign bukan hanya tentang meninggalkan pekerjaan, tetapi tentang memasuki babak baru dengan tenang. Dengan perencanaan yang tepat, kamu bisa melangkah tanpa rasa takut.

Untuk mempermudah kamu dalam menabung dan mengelola dana cadangan, pertimbangkan menggunakan tabungan Simas Digi dari Bank Sinarmas. Melalui layanan perbankan digital yang praktis, kamu bisa membuka tabungan, memantau saldo, hingga melakukan transaksi kapan saja hanya dari ponsel. Fitur-fiturnya memudahkan kamu untuk tetap konsisten menabung dan mengatur keuangan sehari-hari, baik sebelum maupun sesudah resign.

 

Dengan pengelolaan yang rapi, kamu dapat membangun fondasi finansial yang lebih aman dan siap menghadapi setiap langkah baru dalam perjalanan kariermu.

 

👉 Mulai kelola tabunganmu dengan tabungan Simas Digi di sini.

Date Create : 01/12/2025
Bagikan          
flb
logobsim
Kantor Pusat Sinar Mas Land Plaza
Jl. M.H Thamrin kav 51,
Menara 1, Lantai 1 & 2,
Jakarta 10350 - Indonesia
Bank Sinarmas CARE 1500153
(021) 501 88888 Media Sosial Kami facebook     instagram     twitter     tiktok     youtube    
PT. Bank Sinarmas Tbk. berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini

Link
Sinarmas Asset Management Terbaik Investasi Reksadana
Sinarmas Sekuritas Terbaik Online Trading Investasi Saham
Bank Nano Syariah


© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.