ARTIKEL

Begini Cara Cek Link Phishing agar Tidak Kena Tipu

Begini Cara Cek Link Phishing agar Tidak Kena Tipu

Di era digital yang serba cepat ini, hampir semua aktivitas mulai dari komunikasi, transaksi finansial, hingga belanja dilakukan secara online. Bersamaan dengan meningkatnya kenyamanan tersebut, ancaman keamanan digital pun ikut berkembang. Salah satu yang paling sering muncul dan cukup berbahaya adalah phishing, sebuah aksi penipuan dengan teknik mengelabui korban agar memberikan data pribadi melalui tautan palsu. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami ciri-ciri atau cara mengecek apakah sebuah link aman atau justru berbahaya.

Kkamu mungkin pernah menerima pesan seperti “Akun kamu akan dinonaktifkan, klik link ini segera!” atau “kamu mendapatkan hadiah, konfirmasi di sini!”. Sekilas terlihat meyakinkan, namun di baliknya ada jebakan yang bisa mengakibatkan kerugian besar, mulai dari data pribadi bocor hingga saldo rekening terkuras. 

Karena itu, memahami cara cek link phishing adalah langkah penting untuk melindungi diri di dunia maya. Artikel kali ini akan membahas secara lengkap dan mudah diikuti terkait cara mengecek link phishing agar kamu tidak mudah tertipu.

1. Kenali Pola Umum Link Phishing

Sebelum memeriksa link secara teknis, kamu perlu mengenali pola umumnya terlebih dahulu. Phishing biasanya dibuat menyerupai halaman resmi, seperti perbankan, marketplace, atau layanan media sosial. Pelaku akan membuat domain yang hampir mirip dengan aslinya, misalnya:

  • bank-s1narmas.com (mengganti huruf i menjadi angka 1)

  • tokopediia-promo.com (menambah huruf)

  • instagram.verify.help-id.com (menggunakan subdomain palsu)

Trik semacam ini seringkali tak disadari karena secara sekilas terlihat “mirip”.

Selain itu, pesan yang berisi link phishing biasanya memiliki ciri:

  • Mengandung ancaman atau tekanan waktu (urgent).

  • Terlalu bagus untuk menjadi kenyataan (hadiah fantastis).

  • Menggunakan tata bahasa berantakan.

  • Datang dari nomor atau email yang tidak dikenal.

Setelah kamu memahami pola dasarnya, barulah bisa melanjutkan ke langkah pengecekan.

2. Periksa Secara Manual dengan Teliti

Langkah pertama yang paling sederhana adalah memeriksa URL secara manual. Tanpa perlu alat khusus, kamu bisa mengecek:

a. Perhatikan domain utama

Situs resmi biasanya menggunakan domain yang jelas dan terkenal. Hindari klik jika domain terlihat aneh, terlalu panjang, atau menggunakan kombinasi huruf-angka yang mencurigakan.

b. Pastikan menggunakan HTTPS

Website aman biasanya menggunakan protokol https, bukan sekadar http. Namun, perlu dicatat: phishing modern juga bisa memakai https, jadi ini bukan satu-satunya tolok ukur.

c. Arahkan cursor ke link (hover)

Jika link muncul dalam email atau website, arahkan kursor ke atasnya tanpa mengklik. Browser akan menampilkan URL tujuan sebenarnya. Jika berbeda dengan tulisan link, itu tanda bahaya.

d. Jangan tergiur kata-kata promo atau peringatan palsu

Jika pesan meminta kamu “mengisi data akun sekarang”, “login untuk menghindari pemblokiran”, atau “mengklaim hadiah”, periksa keaslian informasinya melalui situs resmi, bukan melalui link yang dikirimkan.

3. Gunakan Tools Pendeteksi Link Phishing

Cara lain yang lebih akurat adalah memanfaatkan tools pendeteksi phishing. Ada beberapa layanan online yang dapat memeriksa apakah sebuah link aman atau berbahaya.

a. Google Safe Browsing Check

Google menyediakan fitur untuk memeriksa apakah suatu URL mengandung malware atau phishing. kamu bisa mencarinya dengan kata kunci Google Transparency Report Safe Browsing.

b. Virustotal

Virustotal adalah platform analisis URL, file, dan domain. Cukup tempelkan link yang ingin diperiksa, dan sistem akan menganalisisnya menggunakan puluhan antivirus dan basis data keamanan.

c. PhishTank

PhishTank menyediakan daftar phishing yang telah diverifikasi komunitas. Kamu bisa memeriksa apakah link masuk ke database tersebut.

d. URLVoid

Alat ini memberikan reputasi domain berdasarkan berbagai sumber keamanan.

Dengan menggunakan alat-alat tersebut, kamu bisa lebih yakin apakah link tersebut aman atau tidak.

4. Cek Identitas Pemilik Domain

Pelaku phishing sering menggunakan domain baru yang hanya berumur beberapa hari atau minggu. Untuk mengecek usia dan identitas domain, kamu bisa menggunakan layanan seperti:

  • Whois Lookup

  • ICANN Lookup

  • Domaintools

Pada situs tersebut, masukkan domain yang ingin diperiksa. Jika domain baru dibuat dalam hitungan hari atau bulan, apalagi tidak menampilkan identitas jelas, kamu harus curiga.

Baca juga artikel menarik lainnya: Panduan Lengkap Cara Melaporkan Nomor WhatsApp Penipu

5. Perhatikan Desain dan Tata Bahasa Website

Jika kamu terlanjur membuka link tersebut (tanpa memasukkan data apa pun), lihat tampilan websitenya. Situs phishing biasanya:

  • Memiliki tampilan yang mirip tetapi tidak 100% sama dengan aslinya.

  • Menggunakan kualitas gambar yang rendah bahkan buruk.

  • Memiliki tata bahasa yang buruk.

  • Menampilkan iklan mencurigakan.

  • Meminta data sensitif langsung (username, PIN, OTP).

Bandingkan dengan situs resmi. Halaman resmi biasanya memiliki desain konsisten dan tidak meminta data sensitif begitu saja.

6. Jangan Pernah Masukkan Informasi Penting ke Link Tidak Resmi

Ini aturan emas yang harus selalu diingat:
Jangan pernah memasukkan password, PIN, OTP, nomor kartu, atau data pribadi ke link yang tidak 100% kamu yakini keasliannya.

Ingat, pihak bank, pemerintah, marketplace, atau platform resmi tidak pernah meminta OTP atau password melalui link yang dikirim via SMS, WhatsApp, atau email.

7. Aktifkan Perlindungan Keamanan di Perangkat kamu

Selain memeriksa link secara manual, kamu bisa melindungi diri lebih maksimal dengan:

  • Menggunakan browser yang memiliki fitur proteksi phishing.

  • Mengaktifkan firewall dan antivirus terpercaya.

  • Mengupdate sistem operasi secara rutin.

  • Mengaktifkan fitur two-factor authentication (2FA) pada akun penting.

Dengan perlindungan berlapis, risiko terkena link phishing bisa berkurang drastis.

8. Jika Terlanjur Klik, Segera Lakukan Langkah Pencegahan

Banyak orang panik jika tidak sengaja mengklik link phishing, padahal belum tentu berarti kamu sudah terkena. Yang penting adalah: 

  1. Jangan masukkan data apa pun.

  2. Tutup halaman tersebut.

  3. Ganti password akun penting.

  4. Aktifkan 2FA.

  5. Cek aktivitas login mencurigakan.

  6. Hubungi pihak resmi jika terkait perbankan atau transaksi.

Semakin cepat bertindak, semakin kecil risiko kerugian yang kamu alami. Phishing tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga bisa menyebabkan kebocoran identitas yang berbahaya. Dengan mengetahui cara mengecek link phishing, kamu telah mengambil langkah penting untuk melindungi privasi dan keamanan digital kamu.

Dunia digital memberikan banyak kemudahan, tetapi kita juga perlu membekali diri dengan kewaspadaan. Pastikan selalu memeriksa link yang kamu terima, gunakan alat pendeteksi, dan jangan pernah terburu-buru menekan tautan yang mencurigakan. Investasi waktu beberapa detik untuk mengecek link bisa menyelamatkan kamu dari kerugian besar di kemudian hari.

Jika kamu ingin hidup nyaman di era digital, keamanan adalah prioritas utama. Semoga panduan ini membantu kamu lebih aman berselancar di internet dan tidak mudah tertipu oleh link-link palsu yang berbahaya.

Setelah memahami pentingnya menjaga keamanan digital dari ancaman phishing, kini saatnya memastikan bahwa setiap transaksi keuangan kamu juga dilakukan dengan cara yang aman, cepat, dan terpercaya. Untuk itulah BI-Fast di SimobiPlus dari Bank Sinarmas hadir sebagai pilihan terbaik bagi kamu yang membutuhkan layanan transfer antarbank yang efisien dan hemat biaya.

Dengan menggunakan BI-Fast melalui aplikasi SimobiPlus, kamu dapat menikmati transfer dana yang lebih cepat, tersedia 24/7, dan hanya dengan biaya yang sangat terjangkau. Selain itu, sistem keamanan berlapis pada SimobiPlus memastikan setiap transaksi tetap terlindungi, sehingga kamu dapat bertransaksi tanpa rasa khawatir. Cocok bagi siapa saja yang ingin tetap produktif, aman, dan nyaman saat melakukan aktivitas finansial sehari-hari.

Tidak hanya transfer cepat, SimobiPlus juga menyediakan berbagai fitur lengkap seperti pembayaran tagihan, top-up e-wallet, pembukaan rekening dan deposito online, dan banyak layanan praktis lainnya yang mendukung kebutuhan digitalmu. Semuanya ada dalam satu aplikasi yang mudah digunakan, kapan saja dan di mana saja.

Yuk, kenali lebih jauh manfaat BI-Fast di SimobiPlus dan mulai gunakan fiturnya sekarang di sini.

Date Create : 15/12/2025
Bagikan          
flb
logobsim
Kantor Pusat Sinar Mas Land Plaza
Jl. M.H Thamrin kav 51,
Menara 1, Lantai 1 & 2,
Jakarta 10350 - Indonesia
Bank Sinarmas CARE 1500153
(021) 501 88888 Media Sosial Kami facebook     instagram     twitter     tiktok     youtube    
PT. Bank Sinarmas Tbk. berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS
per Nasabah per bank adalah Rp2 miliar.
Untuk mengetahui tingkat suku bunga penjaminan LPS dapat dilihat di sini

Link
Sinarmas Asset Management Terbaik Investasi Reksadana
Sinarmas Sekuritas Terbaik Online Trading Investasi Saham
Bank Nano Syariah


© 2018 PT. Bank Sinarmas Tbk.